- Jakarta menempati peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Kamis pagi, 21 Mei 2026.
- Situs IQAir mencatat indeks kualitas udara Jakarta mencapai angka 171 dengan kategori tidak sehat bagi seluruh populasi.
- Warga disarankan menghindari aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker untuk meminimalisir dampak polusi udara yang buruk tersebut.
Suara.com - Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (21/5/2026) pagi menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Kondisi ini terpantau melalui data situs pemantau kualitas udara IQAir yang secara rutin memantau dan merilis indeks kualitas udara dari berbagai kota besar di seluruh penjuru dunia.
Berdasarkan data tersebut, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 171 dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 84 mikrogram per meter kubik.
Sebagai acuan, IQAir membagi kualitas udara ke dalam beberapa kategori berdasarkan rentang nilai PM2,5. Mulai dari baik (0–50), sedang (51–100), tidak sehat bagi kelompok sensitif (101–150), tidak sehat (151–199), sangat tidak sehat (200–299), hingga berbahaya (300–500).
Kategori berbahaya merupakan yang paling mengkhawatirkan karena secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan secara serius pada seluruh populasi yang terpapar.
Berdasar paparan angka di atas, Jakarta ditempatkan dalam kategori tidak sehat, yang berarti kualitas udara dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif, serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Menyikapi kondisi tersebut, IQAir mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi warga Jakarta dalam menyikapi buruknya kualitas udara saat ini.
Mulai dari menghindari aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker jika tetap harus berkegiatan di luar ruangan, serta menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.
Jakarta tercatat mengungguli sejumlah kota besar lain yang juga mencatatkan kualitas udara buruk pagi ini.
Baca Juga: Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan kedua yaitu Santiago (Chile) dengan angka 145, ketiga yaitu Kathmandu (Nepal) dengan angka 142, urutan keempat Riyadh (Arab Saudi) di angka 135, dan urutan kelima Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan angka 132.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!
-
Banggar DPR Respons Usulan Gaji Kepala Daerah Naik Demi Cegah Korupsi: Direm Dulu, Jaga Fiskal
-
Tampang Ciut Bang Jago Naik Ninja Pukul Pengendara di Jagakarsa, Kini Pasrah Dites Urine Polisi
-
Sekolah Rakyat Bertambah 100 Unit pada 2027, Pemerintah Siapkan Dana Jumbo Rp26,3 Triliun
-
Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas
-
Gagal Ngumpet! Maling Motor Sembunyi di Plafon Rumah Pacar Jatuh Terjerembab Usai Didobrak
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?
-
Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan
-
Baru Lapor Tolak Suap Usai OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tetap Berpeluang Diperiksa KPK!
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang