News / Nasional
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18 WIB
Ilustrasi santri mengaji. (Pexels.com)
Baca 10 detik
  • Kemenko PM mendorong pondok pesantren menjadi pusat pemberdayaan masyarakat serta akses kerja bagi santri dan alumni.
  • Pemerintah membuka peluang kerja langsung bagi lulusan pesantren melalui kolaborasi konkret dengan PT PNM.
  • Program ini mencakup dukungan perlindungan sosial BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bagi lulusan yang bekerja.

Suara.com - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus akses kerja bagi santri dan alumninya.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Nunung Nuryartono, menilai pesantren merupakan pilar strategis pembangunan karena berkontribusi dalam pembentukan karakter sekaligus kemandirian ekonomi umat.

“Program pemerintah memastikan bahwa setiap aspek kegiatan harus ada unsur pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pondok pesantren sebagai satu pilar penting agar pemberdayaan ekonomi dimulai,” kata Nunung dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (18/2/2026).

Ia menambahkan, rangkaian program yang telah dirintis pemerintah juga diarahkan untuk membuka peluang kerja secara langsung bagi lulusan pesantren.

“Oleh karena itu, pada hari ini selain rangkaian kegiatan-kegiatan yang telah dirintis beberapa hari yang lalu juga akan ada secara langsung saudara-saudara kita, alumni-alumni pondok pesantren bisa bekerja,” sambungnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenko PM menghadirkan peluang rekrutmen bagi alumni pesantren melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Skema sinergi ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah kawasan industri seperti Semarang, Batang, dan Kendal, yang membuka akses kerja bagi lulusan pesantren.

Selain akses kerja, program tersebut juga menghadirkan dukungan perlindungan sosial melalui keterlibatan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Upaya ini ditujukan agar santri dan alumni yang memasuki dunia kerja memperoleh jaminan kesehatan serta perlindungan ketenagakerjaan.

Kemenko PM menekankan transformasi pesantren membutuhkan pendekatan terintegrasi. Penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter dinilai perlu diiringi dengan pembekalan kapasitas tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk literasi keuangan serta akses pembiayaan.

Baca Juga: CERPEN: Pohon dan Burung Raksasa

“Kolaborasi menjadi kunci, kebersamaan menjadi pilar penting," imbuh Nunung.

Dengan sinergi lintas kementerian dan dukungan pengasuh pesantren, transformasi ini diharapkan melahirkan generasi santri yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga mandiri dan siap memasuki dunia kerja.

Kemenko PM memastikan inisiatif serupa akan terus diperluas agar pesantren semakin berperan sebagai pusat pemberdayaan sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Load More