- Satgas Saber menemukan beberapa komoditas dijual melampaui HET/HAP dalam pengawasan 5–18 Februari 2026 di 18.628 titik.
- Kenaikan harga dipengaruhi faktor cuaca ekstrem dan curah tinggi yang berdampak pada produksi serta distribusi pangan.
- Pemerintah menerapkan langkah terpadu seperti operasi pasar dan mobilisasi pasokan untuk menekan lonjakan harga pangan.
Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menemukan masih adanya sejumlah komoditas yang dijual melampaui harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan pembelian (HAP) di berbagai wilayah Indonesia.
Temuan ini diperoleh dari hasil pengawasan intensif yang dilakukan pada periode 5–18 Februari 2026 di 18.628 titik yang tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa analisis hasil pemantauan menunjukkan beberapa komoditas masih menjadi perhatian karena harganya berada di atas batas yang ditetapkan.
“Hasil analisis menunjukkan sejumlah komoditas masih menjadi perhatian karena berada di atas HET, antara lain beras premium Zona III, Minyakita, daging sapi, bawang putih dan gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan), dan cabai rawit merah,” katanya, mengutip dari ANTARA.
Menurutnya, lonjakan harga tersebut tidak lepas dari faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang berdampak pada produksi, kualitas pangan, serta proses distribusi yang menjadi lebih lama dan mahal.
Untuk menekan harga, diperlukan langkah terpadu lintas kementerian dan lembaga. Upaya yang didorong meliputi penyaluran SPHP beras dan jagung, mobilisasi pasokan dari daerah surplus, kerja sama antardaerah, operasi pasar, hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, pemerintah juga diharapkan memberikan dukungan biaya transportasi melalui kebijakan Fasilitasi Dukungan Pangan (FDP) dan Harga Pembelian Beras (HPB).
Satgas juga menaruh sorotan khusus pada minyak goreng rakyat, Minyakita, yang secara nasional masih dijual di atas HET meski menunjukkan tren penurunan pada akhir periode pemantauan.
“Komoditas ini menjadi yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan,” katanya.
Ketua Pengarah Satgas Saber yang juga Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono telah menginstruksikan seluruh jajaran satgas di tingkat pusat hingga daerah untuk tidak ragu menindak pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga, keamanan, dan mutu pangan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional di Hari Imlek: Daging Naik, Ikan Bandeng Turun Tipis
Sebagai tindak lanjut, satgas turut turun langsung ke 14 provinsi guna melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari produsen, distributor lini satu dan dua, hingga pengecer. Langkah ini dilakukan untuk memastikan Minyakita dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.
Di sisi lain, Satgas mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang mendapatkan alokasi 35 persen DMO (domestic market obligation) dari produsen minyak goreng/CPO agar segera melakukan intervensi di wilayah dengan harga tinggi, termasuk daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Ke depan, pengawasan akan terus diperketat bersamaan dengan perluasan sosialisasi kanal pengaduan masyarakat agar pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan dapat lebih cepat terdeteksi dan ditindak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: 3 Prajurit TNI Jalani Sidang Perdana di PN Militer Hari Ini!
-
Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran
-
Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
-
Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang
-
Imbas Kasus Amsal Sitepu, Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diboyong Intel Kejagung ke Jakarta!
-
Dunia Tahan Napas, Iran Ancam Luncurkan "Kejutan Besar" untuk Hancurkan AS-Israel
-
Terancam Dipolisikan JK, Kubu Rismon Sianipar Berdalih Tudingan Dana Rp5 Miliar Hasil Olahan AI
-
Krisis Berlapis! Internet Shutdown, Listrik Terancam Ikut Mati, Warga Iran Cemas
-
Kemnaker Buka Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2: Kuota 2.100 Peserta
-
Militer AS Gagal Total di Iran, IRGC Hancurkan Pesawat C-130 dan Heli Black Hawk