- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penghematan anggaran negara sebesar 18 miliar dolar AS dalam beberapa bulan awal kepemimpinannya.
- Penghematan dicapai melalui penghapusan inefisiensi, proyek tidak produktif, serta membatalkan anggaran seremonial dan perjalanan dinas.
- Kebijakan efisiensi ini mendapat demonstrasi penolakan, namun Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemangkasan anggaran yang tidak perlu.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keberhasilannya dalam menghemat anggaran negara dengan kebijakam efisiensi. Total anggatan yang dapat dihemat sekitar 18 miliar dolar AS.
"Dalam beberapa bulan pertama memimpin administrasi ini, saya telah menghemat anggaran negara sekitar 18 miliar dolar AS secara tunai," kata Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Prabowo menjelaskam penghematan anggaran berasal dari inefisiensi dan proyek-proyek yang tidak produktif. Menurutnya efisiensi yang ia lakukan serupa dengan kebijakan yang sedang diupayakan di Amerika Serikat melalui DOGE (Department of Government Efficiency).
"Namun, harus saya katakan bahwa saya memulainya lebih dulu beberapa bulan sebelumnya, dan saya merasa berhasil. Saya merasa diberdayakan. Saya rasa saya adalah salah satu dari sedikit Presiden Indonesia yang dalam tiga bulan pertama pemerintahannya berhasil menghemat 18 miliar dolar AS secara tunai," kata Prabowo.
Prabowo mengakui penerapan efisiensi anggaran tidak mudah. Ia bercerita turut didemo karena kebijakannya tersebut.
"Memang tidak mudah di awal. Bahkan ada demonstrasi yang menentang saya," kata Prabowo.
Menurut Prabowo demonstrasi menentang efesiensi anggaran mungkin pertama kali terjadi. Ia menyinggung pihak-pihal yang kemungkinan ada di baliknya.
"Tapi menurut saya, itu mungkin pertama kalinya dalam sejarah dunia, ada demonstrasi yang menentang efisiensi pemerintah. Saya tidak tahu siapa yang membayar demonstrasi itu, tapi itu cukup menyedihkan," kata Prabowo.
Kendati mendapat penentangan, Prabowo menekankan akan terus melakukan pemangkasan terhadap anggaram yang inefisiensi dan tidak produktif.
"Kami harus melakukannya dengan segala cara karena menurut pendapat saya sebagai orang yang juga pernah menjadi investor asing di negara ini, tidak ada yang mau masuk ke dalam ekonomi yang penuh ketidakpastian, atau yang tidak memiliki kepercayaan pada proses hukum dan penegakan hukum. Ini adalah salah satu hal terpenting," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Tawarkan 18 Proyek Hilirisasi Super Strategis ke Pengusaha AS
Hapus Budaya Seremonial dan Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas
Melalui kebijakan efisiensi anggaran, Prabowo menyampaikan ia telah membatalkan sejumlah anggaran yang dinilai hanya menghambur-hamburkan.
Terlebih anggaran tersebut diperuntukan untuk kegiatan tidak produktif, semisal anggaran untuk pelaksanaan upacara atau seremonial.
"Jika itu adalah budaya kita, kita harus mengakui bahwa itu adalah kelemahan; kita menghabiskan banyak uang untuk hari ulang tahun. Setiap kementerian punya hari ulang tahun, setiap pemerintah provinsi, setiap kabupaten memiliki hari ulang tahun. Bisa Anda bayangkan berapa ratus upacara yang kita adakan setiap minggu dan setiap bulan di seluruh Indonesia? Jadi, saya batalkan saja itu semua," kata Prabowo.
Sebagai gantinya, Prabowo meminta perayaan ulang tahun cukup dirayakan di dalam kantor.
"Mungkin dengan makan siang kecil atau makanan bungkus saja, untuk menjaga rasionalitas," ujar Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi