- Ponpes Waria Al-Fatah Yogyakarta didirikan tahun 2008 sebagai ruang aman bagi transpuan untuk beribadah.
- Pondok ini pernah menghadapi penutupan paksa pada 2016 dan kini berlokasi di Jetis sejak Oktober 2023.
- Bagi anggota, Ramadan adalah jeda spiritual untuk mengistirahatkan batin dari stigma dan penghakiman sosial.
Melangkahkan kaki ke masjid umum kerap terasa seperti berjalan di atas bara api. Tatapan, bisikan, hingga keraguan sering kali membuat niat sujud tertunda.
Ponpes Waria Al-Fatah hadir meruntuhkan tembok ketakutan itu.
"Artinya bahwa fungsi Pondok Pesantren Waria Al-Fatah menjadi ruang, menjadi tempat, menjadi wadah teman-teman untuk bisa mengaktualisasi diri beribadah sesuai kenyamanan diri sebagai transpuan," ungkapnya.
Di pondok sederhana itu, mereka menemukan dua hal yang bagi banyak orang terdengar biasa, tetapi sangat mahal bagi kelompok yang termarginalkan: rasa aman dan nyaman.
Kini anggotanya tercatat sekitar 45 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian datang merantau, sebagian mungkin tak lagi pulang.
Selain menjadi ruang spiritual, ponpes juga membuka dialog dengan akademisi dan mahasiswa, sebagai upaya meruntuhkan prasangka yang selama ini terbangun kuat.
YS kerap tersenyum getir melihat betapa mudahnya manusia menghakimi dosa orang lain, seolah memegang kunci surga.
"Orang sangat mudah sekali membuat penghakiman bahkan sudah seperti Tuhan, sudah berani mengatakan 'kamu dosa, kamu nggak' ya kan. Itu kadang aku suka tertawa sendiri ketika seseorang mengatakan 'eh jangan kamu berdosa' kok seakan-akan dia sebagai Tuhan ya," tuturnya.
"Padahal kalau ngomong masalah besar kecilnya sebuah kesan atau dosa yang berhak menilai yang punya hak prerogatif tetap hanya Tuhan tetap hanya Allah," imbuhnya.
Baca Juga: Tradisi Megengan Kediri: Kenduri Jawa Menyambut Bulan Ramadan
Ramadan Sebagai Jeda Batin
Bagi para transpuan di ponpes ini, Ramadan bukan berarti berhenti bekerja. Sebagian dari mereka masih harus mengamen di jalanan, di bawah terik matahari atau hujan Yogyakarta.
Mereka meniti garis tipis antara kewajiban agama dan tuntutan hidup.
YS memaknai Ramadan sebagai waktu untuk menyeimbangkan diri setelah sebelas bulan bergulat dengan kerasnya realitas.
"Satu bulan untuk mengistirahatkan kondisi diri," tuturnya.
Tak ada paksaan di pondok. Ramadan dipandang sebagai latihan—bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan amarah atas tatapan orang, menahan luka dari bisik-bisik, dan menahan godaan untuk menyerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan
-
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
-
Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump
-
Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara