- Masjid Al Ikhlas PIK2 yang baru diresmikan menyambut Ramadan perdana dengan jamaah melampaui kapasitas desain utama.
- Pengurus menjadwalkan salat Tarawih rutin delapan rakaat dan tiga rakaat Witir hingga malam ke-30 Ramadan.
- Masjid ini juga menyelenggarakan program sosial seperti takjil gratis serta santunan untuk yatim dan pekerja sekitar.
Suara.com - Cahaya Ramadan pertama menyinari Masjid Al Ikhlas PIK2 dengan suasana yang penuh haru dan antusiasme. Masjid yang baru diresmikan pada Januari lalu itu langsung dipadati lautan jamaah pada malam-malam awal Ramadan tahun ini.
Lampu-lampu masjid memantul di plaza yang dipenuhi sajadah. Saf di ruang utama terisi rapat, sementara teras dan pelataran depan berubah menjadi ruang tambahan untuk menampung jamaah yang terus berdatangan.
Ketua DKM Masjid Al Ikhlas PIK2, Eka Agus Hermansyah, mengakui jumlah jamaah yang hadir melampaui kapasitas desain bangunan.
“Jadi kalau di dalam itu sudah tidak muat, maka teras-teras yang di depan ini, lalu plaza yang pelataran, semuanya terpakai jemaah untuk pelaksanaan salat jamaah,” ujar Eka.
Fenomena ini menjadi gambaran antusiasme masyarakat sekitar dan pengunjung kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) dalam menyambut Ramadan perdana di masjid tersebut.
Tarawih Rutin hingga Malam ke-30
Pelaksanaan salat Tarawih digelar dengan delapan rakaat dan tiga rakaat Witir. Imam yang memimpin merupakan hafiz Al-Qur’an dan telah dijadwalkan hingga akhir Ramadan.
“Insyaallah pelaksanaan Tarawih dilakukan rutin setiap malam, dengan imam dan penceramah yang sudah dijadwalkan hingga malam ke-30,” kata Eka.
Selain Tarawih, berbagai program Ramadan juga disiapkan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial.
Baca Juga: Garap Potensi Ekonomi Ramadan dengan Memperluas Akses Ekonomi Syariah
Takjil Gratis hingga Santunan Ribuan Penerima Manfaat
Masjid Al Ikhlas PIK2 tidak hanya menjadi tempat salat berjamaah, tetapi juga pusat kepedulian sosial. Setiap hari tersedia takjil gratis untuk jamaah berbuka puasa.
Tak hanya itu, pengurus masjid menyiapkan santunan bagi 500 anak yatim serta bantuan sosial untuk 1.000 pekerja di kawasan sekitar. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan keberkahan Ramadan yang lebih luas.
Untuk itikaf di sepuluh malam terakhir, pihak DKM memastikan tidak ada pembatasan kuota.
“Untuk itikaf tidak kami batasi kuota. Siapapun dipersilakan hadir untuk beribadah di rumah Allah ini,” tutur Eka.
Cerita Jamaah: Dekat Tempat Kerja hingga Wisata Religi
Berita Terkait
-
Garap Potensi Ekonomi Ramadan dengan Memperluas Akses Ekonomi Syariah
-
Ramadan Gen Z di Era Medsos: Antara Ibadah dan Pencitraan
-
Ramadan Gen Z di Era Medsos: Antara Ibadah dan Pencitraan
-
10 Ide Jualan Takjil Buka Puasa yang Praktis dengan Modal Awal Kecil
-
Apakah Tadarus Harus Bulan Ramadan? Begini Ketentuan dan Anjurannya
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan