News / Metropolitan
Sabtu, 21 Februari 2026 | 05:10 WIB
Masjid Al Ikhlas [Dok Istimewa]
Baca 10 detik
  • Masjid Al Ikhlas PIK2 yang baru diresmikan menyambut Ramadan perdana dengan jamaah melampaui kapasitas desain utama.
  • Pengurus menjadwalkan salat Tarawih rutin delapan rakaat dan tiga rakaat Witir hingga malam ke-30 Ramadan.
  • Masjid ini juga menyelenggarakan program sosial seperti takjil gratis serta santunan untuk yatim dan pekerja sekitar.

Suara.com - Cahaya Ramadan pertama menyinari Masjid Al Ikhlas PIK2 dengan suasana yang penuh haru dan antusiasme. Masjid yang baru diresmikan pada Januari lalu itu langsung dipadati lautan jamaah pada malam-malam awal Ramadan tahun ini.

Lampu-lampu masjid memantul di plaza yang dipenuhi sajadah. Saf di ruang utama terisi rapat, sementara teras dan pelataran depan berubah menjadi ruang tambahan untuk menampung jamaah yang terus berdatangan.

Ketua DKM Masjid Al Ikhlas PIK2, Eka Agus Hermansyah, mengakui jumlah jamaah yang hadir melampaui kapasitas desain bangunan.

“Jadi kalau di dalam itu sudah tidak muat, maka teras-teras yang di depan ini, lalu plaza yang pelataran, semuanya terpakai jemaah untuk pelaksanaan salat jamaah,” ujar Eka.

Fenomena ini menjadi gambaran antusiasme masyarakat sekitar dan pengunjung kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) dalam menyambut Ramadan perdana di masjid tersebut.

Tarawih Rutin hingga Malam ke-30

Pelaksanaan salat Tarawih digelar dengan delapan rakaat dan tiga rakaat Witir. Imam yang memimpin merupakan hafiz Al-Qur’an dan telah dijadwalkan hingga akhir Ramadan.

“Insyaallah pelaksanaan Tarawih dilakukan rutin setiap malam, dengan imam dan penceramah yang sudah dijadwalkan hingga malam ke-30,” kata Eka.

Selain Tarawih, berbagai program Ramadan juga disiapkan untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial.

Baca Juga: Garap Potensi Ekonomi Ramadan dengan Memperluas Akses Ekonomi Syariah

Takjil Gratis hingga Santunan Ribuan Penerima Manfaat

Masjid Al Ikhlas PIK2 tidak hanya menjadi tempat salat berjamaah, tetapi juga pusat kepedulian sosial. Setiap hari tersedia takjil gratis untuk jamaah berbuka puasa.

Tak hanya itu, pengurus masjid menyiapkan santunan bagi 500 anak yatim serta bantuan sosial untuk 1.000 pekerja di kawasan sekitar. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan keberkahan Ramadan yang lebih luas.

Untuk itikaf di sepuluh malam terakhir, pihak DKM memastikan tidak ada pembatasan kuota.

“Untuk itikaf tidak kami batasi kuota. Siapapun dipersilakan hadir untuk beribadah di rumah Allah ini,” tutur Eka.

Cerita Jamaah: Dekat Tempat Kerja hingga Wisata Religi

Ramadan perdana ini juga menghadirkan kisah hangat dari para jamaah. Farhan (30), seorang pekerja konstruksi di kawasan PIK2, mengaku bersyukur bisa menunaikan Tarawih tak jauh dari tempatnya bekerja.

“Rasanya berbeda. Kerja seharian, malam bisa Tarawih dekat tempat kerja,” katanya sambil tersenyum usai salat.

Di sisi lain, keluarga wisatawan asal Bogor memilih menutup aktivitas jalan-jalan mereka dengan beribadah di Masjid Al Ikhlas sebelum kembali ke hotel.

“Anak-anak senang jalan-jalan, kami pun tenang karena tetap bisa beribadah,” ujar sang ayah.

Load More