Suara.com - Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) resmi memasuki usia satu tahun sejak mulai diberlakukan pada 19 Februari 2025. Kehadiran DTSEN merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 yang bertujuan mewujudkan pengelolaan data sosial-ekonomi nasional yang terintegrasi, akurat, serta dapat dimanfaatkan lintas kementerian dan lembaga untuk perencanaan hingga penyaluran program secara lebih tepat sasaran.
Peringatan satu tahun DTSEN ditandai dengan penyerahan kue tart oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti kepada Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kementerian Sosial, Jumat, (20/2/2026). Acara tersebut juga dihadiri Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Namun, karena berlangsung di bulan Ramadan, kue tersebut tidak dipotong saat acara.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menegaskan bahwa DTSEN semakin kuat berkat proses pemutakhiran yang dilakukan secara berkelanjutan.
"DTSEN semakin solid karena pemutakhiran berkelanjutan. Ke depan melibatkan desa. Kalau dimutakhirkan terus dan tersambung dengan data kementerian lain, akan lebih presisi," ujar Gus Ipul.
DTSEN sendiri merupakan basis data terpadu yang memuat informasi sosial dan ekonomi individu maupun keluarga, yang digunakan sebagai referensi bersama bagi instansi pemerintah. Melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah mendorong sinergi pemanfaatan data ini agar berbagai kebijakan dan program, termasuk bantuan sosial, dapat disalurkan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Seiring genap satu tahun pada 19 Februari 2026, berbagai langkah penguatan terus dilakukan, salah satunya melalui ground check atau verifikasi lapangan yang dilaksanakan dalam dua tahap.
Amalia menjelaskan, tahap pertama dimulai dengan ground check yang dilanjutkan pelatihan pendamping, kemudian verifikasi lapangan pada pekan berikutnya dan ditargetkan rampung pada 14 Maret 2026.
"Ground check tahap pertama ini akan dilakukan kepada 106.153 individu atau kira-kira 104.000 keluarga," terang Amalia.
Secara bersamaan, BPS juga menyiapkan tahap kedua yang akan dimulai setelah libur Lebaran, yakni pada 1 April 2026 dan berlangsung sekitar satu bulan. Tahap ini menyasar peserta PBI yang dinonaktifkan serta mereka yang tidak menderita penyakit kronis.
Baca Juga: Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
"Jadi diperkirakan akan selesai di akhir bulan April untuk yang tahap kedua, di mana tahap kedua ini ground check untuk sekitar 11 juta individu atau kalau kita konversi kepada keluarga kira-kira 5,9 juta keluarga," jelas Amalia.
Pemerintah menegaskan bahwa pemutakhiran data secara berkelanjutan menjadi faktor penting untuk meningkatkan akurasi DTSEN, terlebih dengan rencana pelibatan pemerintah desa serta integrasi data lintas kementerian dan lembaga.***
Berita Terkait
-
Berulang Tahun, Data Tunggal DTSEN Genap 1 Tahun
-
Hari Ini, Puluhan Ribu Petugas Mulai Verifikasi Lapangan Peserta PBI-JK
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Kemensos Pandu Operator Dinsos se-Indonesia Cara Reaktivasi PBI JK
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD