- KPK menyatakan siap melakukan supervisi terhadap penyidikan kasus korupsi yang ditangani Polri dan Polda Metro Jaya.
- Penyidik menyita aset bernilai fantastis di kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah dalam pengembangan penyidikan di tiga belas lokasi.
- Penyidikan mencakup dugaan korupsi pengadaan batu bara, perkara PT Asabri, serta penyelesaian utang perusahaan yang sedang berlangsung.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap melakukan supervisi terhadap penyidikan dugaan korupsi yang tengah ditangani Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Namun, hingga kini KPK belum mengambil langkah apa pun karena proses penyidikan masih berjalan.
“Pasti siap, tidak ada kata tidak siap,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Meski demikian, Tanak menjelaskan supervisi tidak dapat dilakukan begitu saja karena harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam mekanisme penanganan perkara.
“Kami belum melakukan apapun karena mereka pun masih melakukan proses hukum sesuai hukum acara pidana,”katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang mengusut sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga menyeret Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.
Rumah Febrie Digeledah, Emas dan Uang Disita
Febrie sebelumnya juga telah mengakui rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang digeledah penyidik merupakan miliknya.
Meski mengakui kepemilikan rumah tersebut, Febrie belum bersedia menjelaskan siapa pemilik 74 kilogram emas dan uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah yang disita dari lokasi itu.
Ia hanya menyatakan rumah tersebut telah dimiliki sejak lama dan seluruh aset yang ditemukan memiliki pemilik serta dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme hukum.
Baca Juga: Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!
Penggeledahan rumah di Sentul merupakan bagian dari pengembangan penyidikan yang kini telah meluas ke 13 lokasi.
Selain menyita emas dan uang tunai, penyidik juga mengamankan sebuah bingkai berisi foto keluarga yang diduga berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Namun, identitas orang dalam foto tersebut masih didalami penyidik.
Sebelumnya, tim gabungan juga menggeledah Cafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dengan barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp67,2 miliar.
Seluruh rangkaian penyidikan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri periode 2020–2025, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Hingga kini, penyidik masih menelusuri keterkaitan seluruh barang bukti yang telah disita, termasuk emas, uang tunai, dan foto keluarga yang ditemukan di rumah kawasan Sentul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?
-
KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul
-
'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung
-
Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok
-
Keranda Khas Gorontalo Iringi Pemakaman Militer Rachmat Gobel di TMP Kalibata
-
Prabowo Bongkar Upaya Jual PT PAL, Pindad, dan PT DI ke Asing: Saya Larang!
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap 47 Nama Terlibat Korupsi MBG, Ada Politisi Besar Terseret?
-
KPK Tegaskan Punya Wewenang Panggil Menhut Raja Juli, Telusuri Irisan Kasus Suap Bupati Kuansing
-
Isi Amplop Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Buru Nominal Pasti
-
Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?