News / Nasional
Selasa, 24 Februari 2026 | 14:10 WIB
Arsip foto - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela. /ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Baca 10 detik
  • Kemenlu RI melalui Juru Bicara mengimbau WNI menunda keberangkatan ke Meksiko karena situasi keamanan belum kondusif.
  • Kondisi keamanan memburuk di Meksiko setelah kabar tewasnya bos kartel narkotika, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
  • Situasi rusuh memicu penundaan sementara Liga Meksiko dan mengancam status Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

Beberapa stadion yang akan digunakan antara lain Estadio Azteca, Estadio Akron, dan Estadio BBVA.

Guadalajara dan Monterrey bahkan akan menjadi lokasi laga playoff internasional pada akhir Maret mendatang.

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi keamanan di Meksiko.

Secara regulasi, pencabutan status tuan rumah dalam waktu yang sangat mepet menjelang turnamen tergolong langkah ekstrem dan kompleks.

Selain faktor logistik, infrastruktur, dan kontrak komersial yang sudah berjalan, keputusan tersebut juga menyangkut koordinasi lintas negara karena Piala Dunia 2026 digelar bersama tiga negara.

Sementara itu, situasi keamanan yang masih genting membuat otoritas setempat mengambul keputusan penghentian dan penundaan sementara Liga Meksiko.

Dilansir dari Eje Central, di kompetisi wanita, beberapa laga Liga MX Femenil mengalami penyesuaian jadwal.

Sementara di kompetisi pria Liga MX, pertandingan antara Querétaro dan FC Juárez dilaporkan ditunda demi alasan keamanan.

Sebelumnya, laporan dari sejumlah media lokal melaporkan bahwa sosok yang dikenal sebagai pemimpin Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG), El Mencho meninggal dunia dalam operasi di Talpa de Allende, Jalisco.

Baca Juga: WNI di Meksiko Aman, Kemlu Minta Jaga Komunikasi dengan KBRI

Operasi aparat berlangsung pada Minggu pagi waktu setempat di wilayah yang disebut sebagai salah satu basis operasi kelompok tersebut.

Pasca operasi, muncul laporan blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan gangguan aktivitas publik di beberapa negara bagian seperti Jalisco, Michoacán, Guanajuato, Colima, Aguascalientes, hingga Tamaulipas.

Pemerintah daerah Jalisco mengaktifkan status siaga dan meningkatkan pengamanan di berbagai titik strategis.

Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat untuk menghindari area terdampak dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Nemesio Oseguera Cervantes dikenal sebagai tokoh sentral dalam CJNG, salah satu kelompok kriminal terbesar di Meksiko. Ia telah lama menjadi target utama aparat penegak hukum Meksiko dan Amerika Serikat.

Load More