- Polres Jaktim mengungkap JMH menganiaya petugas SPBU Cipinang Minggu (22/2) malam karena teguran ketidakcocokan data barcode subsidi.
- Pelaku JMH menggunakan pelat nomor L 1 XD milik Toyota Land Cruiser pada Toyota Vellfire miliknya saat kejadian.
- Hasil tes urine menunjukkan JMH positif narkoba jenis sabu dan ganja, yang diduga memicu peningkatan agresivitasnya.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Timur akhirnya mengungkap tabir di balik penggunaan pelat nomor polisi yang tidak sesuai pada kendaraan Toyota Vellfire dalam kasus penganiayaan petugas SPBU 3413901 di Cipinang, Pulogadung.
Pelaku berinisial JMH diketahui menggunakan identitas kendaraan milik orang lain saat melakukan aksi kekerasan yang viral di media sosial tersebut.
Selain persoalan dokumen kendaraan, hasil tes urine menunjukkan pelaku berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan secara rinci mengenai ketidaksesuaian data kendaraan yang memicu keributan di area pengisian bahan bakar tersebut.
Pelat nomor L 1 XD yang terpasang di mobil mewah berwarna hitam milik pelaku ternyata tidak terdaftar untuk unit tersebut dalam basis data kepolisian.
"Setelah kita cek, nopol L 1 XD ini terdaftar untuk Toyota Land Cruiser warna hijau. Sementara kendaraan yang digunakan tersangka saat kejadian adalah Toyota Vellfire warna hitam," kata Alfian sebagaimana dilansir Antara, Kamis (26/2/2026).
Fakta ini menjadi poin krusial dalam penyelidikan karena penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya merupakan pelanggaran hukum serius.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam terhadap JMH, diketahui bahwa pelat nomor cantik tersebut didapatkan dari pihak lain.
Pelaku sengaja memasang pelat tersebut pada Toyota Vellfire miliknya sebelum memutuskan untuk mengisi bahan bakar di SPBU Cipinang.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus SPBU Cipinang, Polisi Ungkap Pelat Nomor Pelaku
"Yang bersangkutan mengambil atau meminjam dari rekannya. Jadi pelat nomor itu punya orang lain," ucap Alfian.
Ketidaksesuaian identitas kendaraan inilah yang menjadi pemantik utama ketegangan antara pelaku dan petugas lapangan.
Saat petugas SPBU menemukan adanya kejanggalan antara fisik kendaraan dengan data yang tertera, perdebatan mulai terjadi.
Situasi yang seharusnya bisa diselesaikan secara administratif justru berujung pada tindakan anarkis dari pihak pelaku.
Hingga saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Timur masih terus mendalami apa motif sebenarnya di balik keputusan pelaku meminjam dan memasang pelat nomor milik rekannya tersebut.
Polisi mencari tahu apakah ada tujuan tertentu atau upaya untuk menghindari aturan tertentu di jalan raya dengan menggunakan identitas kendaraan lain.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Kasus SPBU Cipinang, Polisi Ungkap Pelat Nomor Pelaku
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Dari Bisnis Narkoba hingga Aniaya Siswa Madrasah: Sejauh Mana Reformasi Polri Bekerja?
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang