Pakistan pun menduga Kabul telah melindungi militan TTP. Atas tudingan ini, hubungan kedua negara menegang. Bentrokan bersenjata mulai terjadi di beberapa titik perlintasan utama seperti Chaman-Spin Boldak dan Torkham.
Situasi Makin Memburuk, Pakistan dan Afghanistan Saling Serang
Alih-alih menemukan titik terang, situasi makin memburuk pada tahun 2022. Saat itu, Pakistan melakukan serangan udara ke provinsi Khost dan Kunar. Di mana, negara muslim ini mengklaim menargetkan lokasi yang diduga menjadi basis TTP.
Sebagai penguasa, Taliban pun mengecam aksi brutal Pakistan dan menyebut sebagai pelanggaran kedaulatan. Gelombang protes pun muncul di beberapa wilayah kota Afghanistan.
Perbatasan antar kedua negara beberapa kali buka tutup, sehingga mengganggu arus perdagangan dan membuat warga terjebak. Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran di mana-mana. Upaya diplomasi melalui jalur intelijen dan militer pun tidak dapat menghasilkan solusi tetap.
Terjadi Bentrokan Mematikan yang Menewarkan Warga Sipil
Setahun berselang tepatnya pada 2023, bentrokan terbuka makin sering terjadi di wilayah Chaman-Spin Boldak. Laporan terkait tembakan artileri dan korban jiwa, baik itu warga Afghanistan atau personel militer Pakistan, makin hari makin meningkat.
Lagi-lagi, Pakistan menuding Taliban telah memberi perlindungan terhadap militan TTP. Topik ini memuncak terutama usai terjadinya serangkaian serangan di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. Sebaliknya, pihak Taliban menuding Pakistan memilih pendekatan militer dibandingkan melakukan dialog.
Jalur perdagangan lintas batas berulang kali ditutup. Islamabad pun turut memperketat kebijakan visa serta melakukan deportasi bagi para pengungsi Afghanistan ilegal. Tindakan ini lantas memicu krisis kemanusiaan baru.
Baca Juga: Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
Terjadinya Krisis Kemanusiaan
Konflik makin meluas dan tidak menemukan titik terang. Krisis Kemanusiaan pun terjadi pada 2004. Pakistan terus memperkuat pasukan militernya yang ditugaskan di wilayah perbatasan dan menambah beberapa pos pemeriksaan. Afghanistan merespons dengan melakukan pengerahan pasukan Taliban dan kendaraan lapis baja.
Insiden saling tembak menggunakan artileri lintas batas serta pemakaian drone menjadi polemik yang kerap terjadi. Ribuan warga sipil di wilayah perbatasan terpaksa harus mengungsi akibat ancaman dan kekerasan yang mereka terima.
Pakistan pun mencurigai serangan mematikan di wilayahnya, termasuk di Bannu, merupakan rancangan dari wilayah Afghanistan. Taliban dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Hubungan diplomatik antara kedua negara ini kembali membeku. Baik Pakistan maupun Afghanistan, sama-sama saling memanggil duta besar.
Risiko Eskalasi Makin Besar
Berita Terkait
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan
-
Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan
-
Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Bahas Investasi hingga Kerja Sama Pertahanan
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029