- Serangan rudal Iran pada Selasa (26/2/2026) di Abu Dhabi menewaskan satu warga dan UEA mengatakan pihaknya berhak membalas.
- Iran membalas serangan AS dan Israel dengan menyerang Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, dan Kuwait pada Sabtu (28/2/2026).
- Eskalasi perang Timur Tengah ditandai serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap berbagai lokasi penting di Iran.
Suara.com - Satu orang warga Abu Dhabi tewas akibat serangan rudal Iran pada Selasa (26/2/2026) dan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan memiliki hak yang sah untuk membalas serangan Iran.
Kementerian Pertahanan UEA, dilansir dari Al Jazeera, mengatakan Abu Dhabi dan Dubai telah dihantam oleh rudal-rudal Iran. Beberapa rudal memang berhasil dicegat dan dihancurkan.
Puing-puing rudal yang hancur di udara itu jatuh ke pemukiman warga di Abu Dhabi dan menyebabkan satu orang tewas. Warga yang tewas itu disebut bekewarganegaraan Asia.
"Kementerian Pertahanan mengecam sekeras-kerasnya serangan Iran, terutama karena menyasar objek-objek sipil, institusi dan fasilitas nasional. Aksi Iran ini bisa menyebabkan eskalasi berbahaya dan bahwa aksi pengecut ini mengancam keamanan, keselamatan warga sipil dan stabilitas," kata Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab dalam keterangan resminya.
"Kementerian Pertahanan menekankan bahwa serangan ini adalah pelanggaran yang nyata terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional, dan bahwa pemerintah UEA memiliki hak yang sah untuk merespons serta melindugi wilayahnya.
UEA juga menegaskan pihaknya "sangat siap untuk menghadapi berbagai ancaman."
Iran Serang Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait
Sebelumnya diwartakan bahwa perang tampaknya meluas di Timur Tengah, setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu pagi waktu setempat (28/2/2026). Iran melancarkan balasan dengan menyerang tidak saja Israel, tapi juga pangkalan AS di Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Seperti diberitakan Al Jazeera, ledakan terdengar di Riyadh, Arab Saudi dan di Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sementara di Bahrain, misil-misil Iran menghantam pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Jufair.
Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Di Bahrain ledakan terdengar dan asap mengepul dari pangkalan militer Amerika Serikat di Ibu Kota Manama.
Laporan dari Doha, Qatar juga mengatakan bunyi ledakan terdengar bertalu-talu. Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan mereka berhasil mencegat rudal-rudal yang dikirim Iran.
Sebelumnya militer Irang mengatakan pihaknya telah menembakan rudal ke beberapa kota di Israel.
Sementara di saat bersamaan Israel dan AS masih terus mengirimkan rudal ke Iran yang menyasar pangkalan militer, gedung-gedung perkantoran dan kediaman para pejabat Iran.
Perang Dimulai
Ledakan besar terdengar di beberapa kota utama Iran seperti Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan and Karaj setelah Israel dan Amerika Serikat mengumumkan serangan militer ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Berita Terkait
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi