- Pesawat kepresidenan Netanyahu , Wing of Zion, mendarat di Berlin saat terjadi perang Israel vs Iran.
- Muncul rumor, Benjamin Netanyahu kabur saat militernya berperang dan rakyatnya menderita dibombardir rudal Iran.
- Sementara itu, putra Netanyahu, Yair justru ada di Miami, AS dan tak hadir saat para tentara Israel bersiap ke medan perang.
Pertemuan ini diperkuat dengan rilis beberapa foto yang menunjukkan Netanyahu aktif memimpin kabinet perangnya, sebagaimana dikutip dari The Express. Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu juga menegaskan kehadirannya di dalam negeri.
"Kemarin di sini, di Tel Aviv, dan sekarang di Beit Shemesh, kita kehilangan orang-orang yang kita sayangi. Hati saya bersama keluarga mereka, dan atas nama Anda semua, warga Israel, saya mengirimkan harapan untuk pemulihan yang cepat bagi yang terluka," ujarnya, yang secara implisit mengonfirmasi lokasinya di Israel.
Netanyahu Memimpin Perang, Anak Malah di Miami
Di saat keberadaan Netanyahu menjadi fokus utama, sorotan tajam juga diarahkan kepada putranya, Yair Netanyahu.
Berdasarkan laporan eksklusif, Yair (34 tahun) saat ini berada di Miami, Florida, sementara sekitar 360.000 tentara cadangan Israel dimobilisasi untuk perang.
Absennya Yair dari tugas militer memicu kemarahan di kalangan tentara yang berada di garis depan. Seorang prajurit yang bertugas di perbatasan utara Israel mengungkapkan rasa frustrasinya.
"Yair menikmati hidupnya di Miami Beach sementara saya berada di garis depan... Saudara-saudara, ayah, dan putra-putra kami semua pergi ke garis depan, tetapi Yair masih belum ada di sini. Ini tidak membantu membangun kepercayaan pada kepemimpinan negara," katanya kepada The Times di London.
Lebih dari sekadar isu moral, keberadaan Yair di AS juga menimbulkan kekhawatiran keamanan. Howard Stoffer, seorang pakar hubungan internasional dan mantan pejabat Gedung Putih, menyebut Yair sebagai "target yang sangat rentan" untuk penculikan atau serangan.
"Saya rasa adalah sebuah kebodohan baginya untuk berada di sini (AS)... Akan sangat dramatis jika putra Perdana Menteri Israel diculik," ujar Stoffer.
Bagaimana menurut Anda? Apakah langkah-langkah keamanan yang diambil Israel dapat dibenarkan, atau justru menimbulkan pertanyaan baru tentang prioritas kepemimpinan?
Baca Juga: Kesha Murka! Lagu Miliknya Dipakai White House untuk Konten Perang: Menjijikkan dan Tidak Manusiawi
Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini dan ikuti terus perkembangan terbaru dari konflik Timur Tengah.
Berita Terkait
-
Kesha Murka! Lagu Miliknya Dipakai White House untuk Konten Perang: Menjijikkan dan Tidak Manusiawi
-
Prabowo Ingin Mediasi Iran vs AS-Israel, Pakar HI Ungkap 5 Tantangan Besar RI
-
Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
-
10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan