- Konflik Timur Tengah diprediksi menaikkan harga minyak mentah dunia hingga $100/barel, membebani APBN Indonesia.
- Pemerintah dihadapkan dilema menaikkan BBM subsidi atau menanggung beban fiskal besar, inflasi pasti meningkat.
- Pengamat menyarankan jika kenaikan harga BBM subsidi harus dilakukan, pemerintah perlu memilih momentum yang kondusif pasca-Lebaran.
"Dilemanya atau pilihannya, Indonesia dengan asumsi tadi harga di atas 100 [dolar AS per barel] gitu ya, pilihannya menaikkan harga BBM subsidi atau tetap mempertahankan harga BBM subsidi tadi," tandasnya.
"Nah, kalau tidak menaikkan harga BBM subsidi, maka beban fiskal untuk membiayai subsidi ini semakin membengkak dan menekan APBN Indonesia. Tapi sebaliknya, kalau harus menaikkan harga BBM, itu sudah pasti akan memicu inflasi, menurunkan daya beli, menambah beban bagi rakyat kecil," imbuhnya.
Terkait potensi kelangkaan BBM, Fahmy menilai hal itu justru hanya kemungkinan kecil terjadi. Pasalnya Indonesia masih memiliki beberapa pasokan dari negara-negara lain.
Hanya saja yang menjadi persoalan adalah potensi kenaikan harga minyak yang tersedia.
"Jadi kalau kesulitan pasokan, kemungkinan itu kecil gitu ya. Asal mampu beli. Nah, di situlah kemudian Indonesia dihadapkan pada pilihan apakah menaikkan BBM subsidi atau tetap bertahan tidak menaikkan, itu tadi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung
-
Harga minyak dunia melonjak setelah kapal diserang di dekat Selat Hormuz
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut