- Konflik Timur Tengah diprediksi menaikkan harga minyak mentah dunia hingga $100/barel, membebani APBN Indonesia.
- Pemerintah dihadapkan dilema menaikkan BBM subsidi atau menanggung beban fiskal besar, inflasi pasti meningkat.
- Pengamat menyarankan jika kenaikan harga BBM subsidi harus dilakukan, pemerintah perlu memilih momentum yang kondusif pasca-Lebaran.
Suara.com - Eskalasi konflik global di wilayah timur tengah dan dan Selat Hormuz diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga menembus angka 100 dolar AS per barel.
Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, menyebutkan bahwa kenaikan ini akan menciptakan beban fiskal yang sangat berat bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.
Situasi ini menempatkan pemerintah pada posisi sulit untuk menentukan kebijakan harga BBM terlebih yang selama ini disubsidi.
Kendati demikian, Fahmy mewanti-wanti agar pemerintah tidak mengambil kebijakan menaikkan harga BBM di tengah momentum Ramadan dan Lebaran Idulfitri.
"Pilihannya itu harus menaikkan harga BBM subsidi, misalnya Pertalite dan Solar gitu ya, maka momentumnya jangan saat lebaran ini," kata Fahmy saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Menurut Fahmy, tanpa adanya kenaikan harga BBM pun, tingkat inflasi pada saat lebaran sudah dipastikan akan meningkat.
"Karena kita tahu tanpa kenaikan harga BBM saja inflasinya akan tinggi, apalagi ditambah kenaikan BBM itu," ucapnya.
Ia menyarankan jika memang penyesuaian harga tidak dapat dihindari akibat harga minyak dunia yang terus membengkak, pemerintah harus mencari waktu yang lebih kondusif.
Penetapan momentum yang salah dalam menaikkan harga BBM subsidi dinilai dapat memicu instabilitas ekonomi.
Baca Juga: Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung
"Jadi kalau misalnya pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi, ya harus cari momentum yang paling tepat gitu ya, misalnya beberapa lama setelah lebaran misalnya. Nah itu harusnya diputuskan dengan benar. Kalau salah, itu bisa berakibat fatal," tegasnya.
Dijelaskan Fahmy, kenaikan harga minyak dunia akan secara otomatis menaikkan biaya impor BBM Indonesia yang mencapai lebih kurang 1.200 barel per hari.
Kondisi tersebut tidak hanya dapat memicu inflasi, melainkan turut berisiko menguras devisa negara dan memperlemah nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
Jika sekarang harga minyak mentah dunia berkisar antara 70-85 dolar AS per barel. Ada kemungkinan jika konflik geopolitik ini makin meluas maka harga minyak dapat mencapai 100 dolar AS per barel.
Fahmy tak menampik bahwa keputusan untuk tetap mempertahankan subsidi atau menaikkan harga adalah dilema yang tidak mudah bagi Indonesia.
Oleh karena itu, ketepatan waktu dalam pengambilan kebijakan menjadi kunci. Agar tidak terjadi gejolak ekonomi dan sosial yang lebih parah di masyarakat.
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung
-
Harga minyak dunia melonjak setelah kapal diserang di dekat Selat Hormuz
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan
-
Buntut Sengketa SMAN 1 Bandung, Gugatan PLK di PTUN Dinilai Ancam Kepemilikan Aset Negara
-
Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi
-
Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah