- Harga minyak dunia menguat tiga hari berturut-turut akibat eskalasi konflik AS-Israel dan Iran pada Selasa, 3 Maret 2026.
- Penyebab utama kenaikan adalah gangguan pasokan karena penutupan paksa Selat Hormuz oleh Iran.
- Serangan Iran terhadap infrastruktur energi dan kapal tanker memicu kenaikan signifikan pada harga Brent dan WTI.
Suara.com - Harga minyak dunia terus menguat selama tiga hari berturut-turut pada Selasa, 3 Maret 2026. Kenaikan dipicu oleh eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran, serta ancaman keamanan di Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent terpantau menguat 1,4 persen ke level 78,83 dolar AS per barel pada perdagangan Selasa pagi (08.07 WIB).
Sehari sebelumnya, Brent sempat menyentuh angka 82,37 dolar AS, rekor tertinggi sejak awal tahun 2025, sebelum akhirnya ditutup dengan kenaikan signifikan sebesar 6,7 persen.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS melonjak 74 sen, atau 1 persen, menjadi 71,97 dolar AS per barel. Pada sesi sebelumnya, harga tersebut awalnya naik ke level tertinggi sejak Juni 2025 sebelum kemudian turun kembali dan akhirnya ditutup naik 6,3 persen.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, memperingatkan bahwa risiko lonjakan harga minyak akan terus meningkat seiring berlarutnya konflik.
"Dengan tidak adanya tanda-tanda de-eskalasi cepat, Selat Hormuz secara efektif tertutup dan Iran menunjukkan kesediaan untuk menargetkan infrastruktur energi di kawasan tersebut, risiko peningkatan tetap ada dan akan meningkat semakin lama konflik berlanjut," kata Sycamore dalam sebuah catatan.
Konflik udara antara AS-Israel dan Iran meluas pada Senin (2/3/2026). Sebagai balasan atas serangan Israel ke Lebanon, Iran mulai menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk serta kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan seperlima pasokan minyak mentah global serta 20 persen gas alam cair (LNG) menuju pasar utama Asia, termasuk China dan India.
Namun, jalur ini kini praktis lumpuh setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan selat dan mengancam akan menembak setiap kapal yang melintas.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran Serang Tanker Minyak, Pasokan Energi Dunia Terancam Lumpuh
Kekhawatiran keamanan membuat kapal tanker dan peti kemas mulai menghindari Selat Hormuz. Hal ini diperparah dengan langkah perusahaan asuransi yang mencabut perlindungan (coverage) bagi kapal-kapal yang nekat melintasi wilayah perairan tersebut.
Serangan pesawat nirawak (drone) dilaporkan telah menghantam kapal tanker berbendera Honduras, Athe Nova, di Selat Hormuz pada Senin (2/3/2026).
Selain menyasar armada laut, konflik mulai melumpuhkan fasilitas darat; Arab Saudi terpaksa menutup kilang minyak domestik terbesarnya pasca-serangan drone. Hal ini memicu lonjakan harga produk BBM olahan mengingat risiko tinggi pada fasilitas pemrosesan di Timur Tengah.
Para analis memprediksi harga minyak akan tetap tinggi selama pasar fokus pada dampak eskalasi konflik. Lembaga riset Bernstein telah menaikkan asumsi harga minyak Brent tahun 2026 dari 65 dolar AS menjadi 80 dolar AS per barel.
Namun, dalam skenario terburuk jika konflik berkepanjangan, harga minyak diperkirakan bisa menembus angka 120 dolar AS hingga 150 dolar AS per barel.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
-
Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz
-
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar