- Profesor Siti Zuhro menyoroti lambannya realisasi reformasi institusi Polri yang belum menunjukkan tanda konkret sejak Januari lalu.
- Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa seluruh pejabat negara harus memiliki loyalitas tunggal kepada NKRI, bukan kepada individu.
- Siti mengingatkan Presiden untuk segera menyelaraskan kebijakan publik dengan kebutuhan masyarakat modern agar sesuai mandat rakyat saat Pilpres.
Suara.com - Peneliti Utama Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Siti Zuhro, kembali menyoroti komitmen Presiden RI Prabowo Subianto terkait reformasi institusi kepolisian.
Siti mengungkapkan bahwa hingga saat Ini, sejumlah aspirasi krusial termasuk pergantian pucuk pimpinan Polri yang pernah diusulkan para tokoh di Kertanegara pada Januari lalu belum menunjukkan tanda-tanda konkret.
Siti Zuhro mengenang kembali pertemuan tersebut dan mencatat bahwa saat itu Presiden Prabowo belum memberikan jawaban pasti terkait tuntutan perombakan di tubuh Polri.
“Saat itu saya juga ditanya, apakah ada jawaban jelas? Tidak. Cuman dicatat tapi tidak diberikan jawaban pasti. Sebagai tamu, kita tidak bisa mengejar, ada tata kramanya. Tapi kelihatan dari tidak adanya jawaban tadi, ya akhirnya seperti ini (belum ada perubahan),” ujar Siti Zuhro dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, pada Selasa (19/5/2026)
Loyalitas pada Negara, Bukan Individu
Meski mengkritik lambannya realisasi reformasi kepolisian, Siti mengaku tetap mengapresiasi visi besar Prabowo yang menekankan nasionalisme.
Ia menegaskan kembali pesan Presiden bahwa setiap pejabat negara atau “pembantu” presiden harus memiliki loyalitas tunggal kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya sangat bangga dengan Bapak Presiden kita yang selalu mengedepankan NKRI. Para pembantunya harus taat pada NKRI, mengabdi pada NKRI, bukan kepada Prabowo. Itu yang masih terngiang di telinga saya,” ungkapnya.
Ia pun menuntut agar dalam masa pemerintahan yang berjalan, komitmen cinta NKRI Tersebut benar-benar diimplementasikan oleh jajaran menteri hingga aparat Keamanan seperti TNI dan Polri dengan kembali ke tugas pokok dan fungsi tupoksi masing-masing.
Baca Juga: Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
Mandat Rakyat dan Hak Prerogatif
Terkait posisi pimpinan Polri, Siti mengakui bahwa pergantian jabatan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden.
Namun, ia mengingatkan bahwa hak tersebut dibatasi oleh tanggung jawab moral Kepada rakyat yang telah memberikan mandat langsung melalui Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Presiden memiliki hak prerogatif, tapi jangan lupa Bapak Presiden dipercaya oleh rakyat melalui Pilpres langsung” tegas Siti.
Dalam hal tersebut, Siti juga menyoroti adanya kesenjangan antara kebijakan publik dengan kebutuhan masyarakat saat ini, yang didominasi oleh generasi milenial dan melek digital.
Menurutnya, perubahan sosial yang dahsyat di era digital menuntut pemerintah untuk bergerak lebih cepat. Ia mempertanyakan apakah kebijakan yang diambil saat Ini sudah mampu menjawab tantangan zaman.
“Visi-misinya sangat oke, tapi sekarang ditunggu, sudah lewat satu tahun, mau dua tahun, apa kabarnya? di era digital dengan masyarakat yang didominasi milenial, apakah kebijakan publik mampu menjawab kebutuhan itu? Ini yang Kelihatannya masih senjang,” ungkapnya. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Terlibat Jaringan Narkoba, Eks Kasatresnarkoba Kutai Barat Diperiksa Bareskrim
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Tegakkan Kedaulatan Digital, Polri Ringkus 321 WNA Mafia Judol Lintas Negara
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang