- Iran meledakkan stasiun CIA di Kedutaan Besar AS Riyadh pada Senin (2/3/2026) sebagai balasan atas pelacakan lokasi Ayatollah Khamenei.
- Serangan drone tersebut merusak parah fasilitas CIA, menyebabkan atap runtuh dan kontaminasi asap pekat di kompleks tersebut.
- Insiden ini terjadi di tengah upaya AS mempersenjatai militan Kurdi untuk memicu pemberontakan pasca kematian pemimpin tertinggi Iran.
Di Washington, para pejabat tinggi Gedung Putih dikabarkan terus menjalin diskusi aktif dengan para pemimpin Kurdi di Irak.
Fokus utama pembicaraan tersebut adalah pemberian dukungan militer guna menggempur kekuatan rezim dari dalam. Militan Kurdi Iran diketahui memiliki ribuan tentara di sepanjang perbatasan Irak-Iran, dengan basis dukungan kuat di wilayah Kurdistan, Irak Utara.
Sejak jatuhnya Saddam Hussein pada tahun 2003, wilayah semi-otonom ini telah menjadi tempat perlindungan bagi kelompok Kurdi lokal yang menjadi ancaman militer bagi Iran.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah meluncurkan puluhan serangan drone ke kelompok-kelompok ini sejak konflik pecah pada hari Sabtu.
Pada hari Selasa, Presiden Donald Trump dilaporkan telah berbicara langsung dengan presiden Partai Demokrat Kurdistan Iran, salah satu kelompok oposisi utama yang menjadi target militer Teheran.
Kelompok Muslim Sunni ini dikenal telah lama terlibat dalam perang gerilya melawan militer Iran dan IRGC. Langkah Trump ini menegaskan posisi AS yang kini terang-terangan mendukung upaya penggulingan kekuasaan di Teheran.
Serangan terhadap stasiun CIA ini merupakan bagian dari efek domino 'Operation Epic Fury' yang diluncurkan AS dan Israel akhir pekan lalu.
Kampanye militer gabungan tersebut berhasil melumpuhkan banyak pimpinan puncak Iran setelah pembicaraan diplomatik Donald Trump mengalami kegagalan total pada minggu sebelumnya.
Meskipun Ayatollah Ali Khamenei telah tiada, pemerintah Islam di Teheran tampaknya masih memegang kendali atas negara tersebut. Namun, eskalasi perang kini telah meluas ke seluruh penjuru Timur Tengah. Kota-kota di Israel serta beberapa sekutu Teluk mulai mengalami serangan drone dan rudal dari Iran.
Baca Juga: Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran
Amerika Serikat telah merespons dengan gelombang serangan udara yang ditujukan untuk melumpuhkan pangkalan militer dan sisa-sisa kepemimpinan Iran.
Akibat situasi yang kian tak terkendali, Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan keberangkatan personel non-darurat dari kedutaan mereka di Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Hingga saat ini, tercatat enam tentara Amerika tewas dalam 'Operation Epic Fury', sementara hampir dua lusin lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit akibat luka-luka.
Berita Terkait
-
Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Tertutup Rapat Karena Ini
-
Menlu Sugiono Jawab Desakan Publik Agar Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
Sujiwo Tejo Sebut Perang Sekarang Hanya Pesta Kembang Api: Pengecut!
-
Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!