- Militer AS mengakui ketidakmampuan mencegat seluruh drone Iran dalam pertemuan tertutup di Washington DC, Selasa (2/3/2026).
- Iran menggunakan drone Shahed yang terbang rendah untuk menghindari sistem pertahanan udara konvensional AS dan Israel.
- AS kini memprioritaskan penghancuran lokasi peluncuran drone dan rudal Iran untuk memitigasi serangan yang datang.
Suara.com - Diam-diam militer Amerika Serikat mengakui bahwa mereka tak memiliki kemampuan untuk menghadapi serbuah drone-drone Iran, demikian diwartakan The Guardian pada Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan tertutup dengan anggota parlemen AS pada Selasa (2/3/2026), para petinggi militer AS mengakui mereka tak bisa mencegat semua drone Iran yang menyerang aset atau infrastruktur Amerika di Timur Tengah.
Adapun pertemuan tertutup di Capitol Hill, Washington DC itu dihadiri oleh Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Jenderal Dan Caine.
Dalam pertemuan itu para petinggi militer AS mengatakan Iran melancarkan serangan menggunakan ribuan drone. AS memang berhasil menangkal sebagian drone tersebut, tapi masih banyak yang lolos.
Akibatnya, militer AS kini fokus menghancurkan situs-situs peluncuran drone dan rudal Iran secepat mungkin, sebelum senjata-senjata tersebut diluncurkan.
Iran sendiri mengandalkan drone Shahed untuk membalas serangan AS dan Israel, yang tiba-tiba pada 28 Februari kemarin menyerang Iran menggunakan bom dan rudal.
Drone Shahed terbang rendah dan lebih pelan, sehingga bisa menghindari cegatan sistem pertahanan udara konvensional yang dirancang untuk mencegat rudal.
Militer AS juga mengakui bahwa Iran sengaja mengerahkan drone untuk menguras senjata pertahanan udara AS yakni Patriot dan Thaad yang harganya jutaan dolar per unit.
Tapi AS mengungkapkan bahwa strategi tersebut gagal. Pasalnya AS kini memiliki beberapa teknologi lain untuk mengatasi drone-drone Iran.
Baca Juga: Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?
Meski demikian isu yang berkembang kini menyebutkan persediaan senjata penangkis rudal dan drone milik AS dan Israel sudah semakin menipis.
Negara-negara sekutu AS di Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Arab Saudi kabarnya juga sudah kehabisan senjata untuk mencegat rudal dan drone Iran.
"Kami masih memiliki senjata yang cukup untuk menjalankan tugas, baik untuk menyerang atau bertahan," kata Caine dalam jumpa pers di Pentagon pada Rabu kemarin.
Harga senjata-senjata AS yang mahal juga jadi masalah. Di hari pertama perang, AS kabarnya menembakan senjata yang nilainya setara dengan sekitar 2 miliar dolar. Jumlah itu memang terus turun menjadi sekitar 1 miliar dolar per hari di hari-hari berikutnya.
Berita Terkait
-
Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran
-
Dampak Perang Iran-AS-Israel: Bagaimana Nasib Ekonomi-Politik Indonesia?
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Dikira Rudal, Suara Meriam Penanda Buka Puasa Bikin Pengunjung Restoran di Dubai Panik
-
Amerika Serikat Siap Tempur, Israel Justru Kelelahan Dibombardir Iran
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Jurus Senyap Prabowo Bongkar Borok BGN: Gandeng BPKP dan PPATK Sebelum 'Gilas' Orang Kepercayaan
-
Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat
-
Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis
-
Kasus Korupsi BGN: Prabowo Panggil BPKP dan PPATK Usai Terima Laporan
-
Keamanan AS Mencekam Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Aksi Penyanderaan 12 Jam Berujung Tragis
-
'Bela Rakyatmu, Prabowo!': Nasihat Soemitro di Balik Keputusan Pahit Presiden Pecat Dadan Cs
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara