News / Internasional
Kamis, 05 Maret 2026 | 19:23 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat melakukan sesi wawancara dengan Redaksi Suara.com di Jakarta, Senin (23/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Presiden Trump mengklaim AS dan Israel agresi ke Iran dan membunuh Khamenei pada 28 Februari 2026 untuk hentikan nuklir.
  • Duta Besar Iran membantah tuduhan nuklir, menyatakan Khamenei telah menerbitkan fatwa haram produksi senjata nuklir.
  • Iran menuduh AS dan Israel melakukan terorisme berbasis negara dengan membunuh pemimpin yang selalu melawan kekerasan global.

Baginya, serangan terhadap Khamenei adalah serangan terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan Timur Tengah dan dunia Islam pada umumnya.

“AS dan Zionis Israel membunuh Ayatollah yang selalu mengingkatkan tentang perdamaian dan stabilitas serta melawan kekerasan."

Boroujerdi menambahkan, seluruh hidup Khamenei didedikasikan untuk melawan terorisme dalam segala bentuknya, baik yang dilakukan oleh kelompok-kelompok non-negara maupun yang dipayungi oleh kebijakan resmi sebuah negara.

Ayatollah Ali Khamenei dibunuh para musuh karena selama hidupnya dia melawan terorisme. Dia melawan terorisme berbasis negara seperti rezim Zionis di Palestina yang didududki," kata Boroujerdi.

Misi perdamaian yang diusung Khamenei, menurut sang dubes, adalah upaya jangka panjang untuk memastikan umat Muslim di seluruh dunia dapat hidup dalam rasa aman tanpa bayang-bayang ancaman militer asing.

Gugurnya Khamenei dipandang sebagai upaya sengaja untuk mengganggu stabilitas tersebut.

“Selama masa hidupnya, Ayatollah selalu mencoba menyebarluaskan keamanan dan perdamaian di tengah umat Muslim."

Load More