- Presiden Trump mengklaim AS dan Israel agresi ke Iran dan membunuh Khamenei pada 28 Februari 2026 untuk hentikan nuklir.
- Duta Besar Iran membantah tuduhan nuklir, menyatakan Khamenei telah menerbitkan fatwa haram produksi senjata nuklir.
- Iran menuduh AS dan Israel melakukan terorisme berbasis negara dengan membunuh pemimpin yang selalu melawan kekerasan global.
Baginya, serangan terhadap Khamenei adalah serangan terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan Timur Tengah dan dunia Islam pada umumnya.
“AS dan Zionis Israel membunuh Ayatollah yang selalu mengingkatkan tentang perdamaian dan stabilitas serta melawan kekerasan."
Boroujerdi menambahkan, seluruh hidup Khamenei didedikasikan untuk melawan terorisme dalam segala bentuknya, baik yang dilakukan oleh kelompok-kelompok non-negara maupun yang dipayungi oleh kebijakan resmi sebuah negara.
“Ayatollah Ali Khamenei dibunuh para musuh karena selama hidupnya dia melawan terorisme. Dia melawan terorisme berbasis negara seperti rezim Zionis di Palestina yang didududki," kata Boroujerdi.
Misi perdamaian yang diusung Khamenei, menurut sang dubes, adalah upaya jangka panjang untuk memastikan umat Muslim di seluruh dunia dapat hidup dalam rasa aman tanpa bayang-bayang ancaman militer asing.
Gugurnya Khamenei dipandang sebagai upaya sengaja untuk mengganggu stabilitas tersebut.
“Selama masa hidupnya, Ayatollah selalu mencoba menyebarluaskan keamanan dan perdamaian di tengah umat Muslim."
Tag
Berita Terkait
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi