News / Nasional
Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:16 WIB
Sejumlah warga beraktivitas saat turun hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (13/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta membunyikan alarm kewaspadaan atas prediksi cuaca ekstrem hujan lebat hingga sangat lebat di seluruh wilayah.
  • Periode ancaman cuaca ekstrem ini berlangsung selama tujuh hari, dimulai Jumat (6/3/2026) sampai Kamis (12/3/2026).
  • Masyarakat diimbau menyiapkan alat pelindung diri dan tas siaga bencana, serta melapor potensi genangan melalui aplikasi JAKI.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta resmi membunyikan alarm kewaspadaan terkait ancaman cuaca ekstrem yang membayangi ibu kota.

Berdasarkan rilis termutakhir, fenomena alam yang memantik kekhawatiran publik ini diprediksi akan berlangsung selama satu pekan penuh.

Periode krusial tersebut akan mulai bergulir pada hari ini, Jumat (6/3/2026) hingga Kamis (12/3/2026) mendatang.

"Peringatan dini cuaca, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat," bunyi keterangan resmi BPBD DKI Jakarta di akun resmi mereka.

Informasi esensial ini dirangkum BPBD DKI Jakarta dengan bersandar mutlak pada prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Seantero teritorial DKI Jakarta, tanpa terkecuali kawasan Kepulauan Seribu, kini berstatus waspada dalam menyambut guyuran hujan dengan intensitas tinggi.

Guna memitigasi risiko kerugian, warga sipil diminta menyiagakan perlengkapan proteksi diri seperti payung maupun jas hujan sebelum beraktivitas di luar ruang.

Lebih jauh, masyarakat juga didorong untuk menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah preventif tatkala marabahaya datang secara mendadak.

"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," lanjut BPBD DKI Jakarta dalam keterangan resminya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering

Publik dapat memantau fluktuasi tinggi muka air secara mandiri melalui pranala bpbd.jakarta.go.id/waterlevel atau memperbarui informasi banjir lewat pantaubanjir.jakarta.go.id.

Apabila masyarakat menjumpai adanya potensi genangan air di lingkungan sekitar, laporan dapat segera dilayangkan melalui fasilitas aplikasi JAKI.

Dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatan, warga ibu kota diinstruksikan untuk bertindak sigap dengan menghubungi layanan panggilan darurat di nomor 112.

Load More