- Kemlu RI memulai evakuasi bertahap WNI dari Iran pada Jumat (6/3/2026), dengan tahap awal melalui Azerbaijan.
- Tahap pertama evakuasi melibatkan 32 WNI, dengan penentuan jalur aman berdasarkan perkembangan situasi lapangan terkini.
- KBRI Teheran tetap beroperasi memberikan bantuan, sementara negara Teluk belum merekomendasikan evakuasi warga asing secara umum.
Suara.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk mulai dilakukan secara bertahap pada Jumat (6/3/2026). Evakuasi tahap pertama akan dilakukan melalui Azerbaijan.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, pada tahap awal ini sebanyak 32 WNI dijadwalkan untuk dievakuasi. Namun jumlah tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini dan tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan," kata Heni Hamidah dikutip dari Antara, Jumat (6/3).
Heni menjelaskan, rencana evakuasi disusun dengan memperhatikan perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut. Pemerintah juga mempertimbangkan jalur evakuasi yang paling aman bagi para WNI.
“Untuk jalur-jalur evakuasi akan dilihat sesuai kondisi di lapangan, dan ini akan ditentukan oleh rekan-rekan di KBRI Teheran dan KBRI Baku, Azerbaijan,” kata Heni.
Ia menambahkan, keputusan mengenai evakuasi tahap berikutnya akan ditentukan kemudian oleh pemerintah Indonesia setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi keamanan terkini serta mempertimbangkan masukan dari KBRI Teheran.
Heni juga memastikan pihak KBRI terus berkomunikasi dengan para WNI di Iran, khususnya yang berada di Teheran, baik yang menetap maupun yang sedang berada di sana untuk kunjungan sementara.
"KBRI Teheran akan terus beroperasi memberikan bantuan dan keperluan kepada seluruh WNI yang masih berada di Iran," katanya, menambahkan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto menyampaikan bahwa pemerintah negara-negara di kawasan Teluk masih memperhatikan keamanan seluruh penduduk, termasuk diaspora Indonesia, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Baca Juga: Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!
Menurut Santo, hingga saat ini pemerintah negara-negara Teluk belum merekomendasikan evakuasi warga asing dari wilayahnya karena masih memastikan kebutuhan dasar dan keamanan tetap terjaga.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa WNI yang berada di Teheran telah dipersiapkan untuk dievakuasi melalui Baku, Azerbaijan, setelah berbagai persiapan dilakukan oleh perwakilan RI di wilayah tersebut.
"Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu, mereka harus dibawa ke Baku itu sepuluh jam perjalanan," katanya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa malam.
Sugiono menjelaskan, setelah menempuh perjalanan darat dari Iran menuju Azerbaijan, para WNI nantinya akan melanjutkan perjalanan dengan penerbangan menuju Jakarta.
Berita Terkait
-
Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!
-
Dramatis! 4 ABK WNI yang Diculik Perompak di Lepas Pantai Gabon Berhasil Diselamatkan TNI
-
Piala Dunia 2026 dan Negara Tuan Rumah Penyelenggara Turnamen yang Problematik
-
Profesor Jiang Xueqin Prediksi AS Kalah Perang dengan Iran
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif
-
JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik