- WHO melaporkan 13 rumah sakit Iran hancur akibat agresi Israel-AS sejak 28 Februari 2026, melanggar hukum internasional.
- Konflik ini menewaskan sedikitnya 1.230 warga Iran dan menyebabkan WHO menangguhkan operasi logistik global mereka di Dubai.
- Gangguan logistik medis menunda pasokan penting, termasuk vaksin polio untuk Pakistan dan Afghanistan, serta bantuan Gaza.
Suara.com - World Health Organization (WHO), Organisasi Kesehatan Dunia di bawah naungan PBB, mengungkap sedikitnya 13 rumah sakit di Iran hancur akibat perang agresi yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat sejak 28 Februari 2026.
Mengutip The Guardian, Jumat (6/3/2026), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan keprihatinan mendalam atas penargetan fasilitas medis yang seharusnya menjadi zona aman.
Dalam konferensi pers darurat WHO pada Kamis waktu setempat, serangan tersebut telah merenggut nyawa tenaga profesional yang berada di garis depan.
WHO saat ini tengah memeriksa laporan mengenai 4 petugas medis yang tewas dan 25 lainnya yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Tedros menegaskan, penyerangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran berat terhadap norma internasional.
“Di bawah hukum humaniter internasional, layanan kesehatan harus dilindungi dan tidak boleh diserang,” tegasnya.
Meski tidak merinci detail operasional serangan atau menunjuk pihak mana yang paling bertanggung jawab secara spesifik dalam taktik lapangan, pernyataan tersebut menjadi teguran keras bagi pihak-pihak yang terlibat dalam agresi militer di Iran.
Korban Jiwa Terus Berjatuhan
Data resmi menunjukkan angka kematian yang mengerikan sejak perang ini pecah. Sedikitnya 1,230 orang dilaporkan tewas di Iran, lebih dari 100 orang di Lebanon, dan 13 orang di Israel.
Baca Juga: Firdaus Oiwobo Ultimatum Iran dan Israel Hentikan Perang: Kalau Tidak Saya Kirim Senjata Ini!
Selain itu, 6 tentara AS juga dilaporkan tewas dalam rangkaian konflik ini. Ribuan orang lainnya di seluruh kawasan menderita luka-luka yang mengubah hidup mereka selamanya.
Salah satu insiden paling memilukan terjadi pada hari Sabtu di Minab, Iran selatan. Sebuah serangan udara menghantam sekolah Shajareh Tayyebeh, yang mengakibatkan puluhan anak sekolah tewas seketika.
Tragedi ini menambah daftar panjang korban sipil yang terjebak di tengah pusaran konflik kekuatan besar.
Dr Hanan Balkhy, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur, menambahkan bahwa kerusakan pada sistem kesehatan Iran mencakup empat ambulans yang hancur dan kerusakan minor pada berbagai lokasi kesehatan akibat ledakan di area sekitar.
Sementara di lain sisi, situasi di Lebanon tidak kalah mengkhawatirkan. Banyak rumah sakit dan klinik terpaksa ditutup total karena adanya perintah evakuasi yang mendesak, meninggalkan warga sipil tanpa akses medis dasar di tengah situasi perang.
Kelumpuhan Logistik Medis di Dubai
Berita Terkait
-
Firdaus Oiwobo Ultimatum Iran dan Israel Hentikan Perang: Kalau Tidak Saya Kirim Senjata Ini!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Pendukung Reza Pahlevi Rayakan Kematian Ali Khamenei dengan Turun ke Jalan dan Minum Alkohol
-
Kenapa China dan Rusia Tidak Bantu Iran Hadapi Serangan AS-Israel?
-
Iran Terharu Tapi Bingung, Banyak Warga China 'Maksa' Kirim Uang Buat Lawan Israel-AS
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun