- WHO melaporkan 13 rumah sakit Iran hancur akibat agresi Israel-AS sejak 28 Februari 2026, melanggar hukum internasional.
- Konflik ini menewaskan sedikitnya 1.230 warga Iran dan menyebabkan WHO menangguhkan operasi logistik global mereka di Dubai.
- Gangguan logistik medis menunda pasokan penting, termasuk vaksin polio untuk Pakistan dan Afghanistan, serta bantuan Gaza.
Dampak dari serangan ini ternyata meluas hingga keluar dari zona konflik langsung. WHO melaporkan bahwa pusat logistik darurat global mereka yang berlokasi di Dubai, Uni Emirat Arab, terpaksa menghentikan seluruh operasionalnya.
Langkah ini diambil karena kondisi keamanan yang tidak menentu dan penutupan ruang udara di sekitar kawasan strategis tersebut.
“Dampaknya melampaui negara-negara yang terkena dampak langsung,”** kata Tedros.
“Operasi di pusat logistik WHO untuk keadaan darurat kesehatan global di Dubai saat ini ditangguhkan karena ketidakamanan.”
Pusat logistik di Dubai merupakan urat nadi bagi pengiriman bantuan medis dunia. Tahun lalu saja, pusat ini memproses lebih dari 500 pesanan darurat untuk 75 negara.
Namun, penutupan akses ke Selat Hormuz dan pembatasan wilayah udara membuat bantuan senilai jutaan dolar kini tertahan.
Dr Balkhy memperingatkan konsekuensi sistemik dari gangguan ini. “Rantai pasokan kesehatan kemanusiaan kini sedang terancam,” ujarnya.
Gangguan ini mencegah akses terhadap pasokan kesehatan kemanusiaan senilai USD18 juta atau sekitar Rp282 miliar.
Sementara pengiriman senilai USD 8 juta lainnya bahkan tidak dapat mencapai pusat logistik tersebut.
Baca Juga: Firdaus Oiwobo Ultimatum Iran dan Israel Hentikan Perang: Kalau Tidak Saya Kirim Senjata Ini!
Dampak Global: Dari Gaza hingga Program Polio
Kelumpuhan ini membawa risiko kesehatan publik yang mengerikan bagi negara-negara lain. WHO mencatat bahwa pasokan laboratorium polio senilai USD1,6 juta kini tertahan.
Hal ini dapat berakibat fatal bagi Afghanistan dan Pakistan, dua negara di mana penyakit polio masih menjadi endemik.
Tanpa bantuan tersebut, upaya global untuk membasmi polio terancam mundur bertahun-tahun.
Selain itu, lebih dari 50 permintaan pasokan darurat dari 25 negara tertunda, termasuk obat-obatan senilai USD6 juta yang ditujukan untuk Jalur Gaza.
Kondisi di Gaza semakin terjepit setelah Israel menutup seluruh jalur penyeberangan saat mereka memulai serangan ke Iran, membuat bantuan kemanusiaan hampir mustahil masuk.
Krisis ini juga memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Diperkirakan 100,000 orang telah meninggalkan Teheran demi mencari keselamatan.
Sementara 60,000 orang di Lebanon telah kehilangan tempat tinggal, bahkan sebelum perintah evakuasi untuk pinggiran selatan Beirut dikeluarkan.
Di tengah kekacauan ini, WHO juga menyoroti ancaman terhadap fasilitas nuklir di Iran. Jika fasilitas tersebut terkena serangan, konsekuensi kesehatan masyarakat akan menjadi bencana global yang tak terbayangkan.
Berita Terkait
-
Firdaus Oiwobo Ultimatum Iran dan Israel Hentikan Perang: Kalau Tidak Saya Kirim Senjata Ini!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Pendukung Reza Pahlevi Rayakan Kematian Ali Khamenei dengan Turun ke Jalan dan Minum Alkohol
-
Kenapa China dan Rusia Tidak Bantu Iran Hadapi Serangan AS-Israel?
-
Iran Terharu Tapi Bingung, Banyak Warga China 'Maksa' Kirim Uang Buat Lawan Israel-AS
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi