News / Internasional
Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:32 WIB
Ilustrasi - tentara yang mengoperasikan interceptor rudal di perang Iran vs Israel dan AS. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • WHO melaporkan 13 rumah sakit Iran hancur akibat agresi Israel-AS sejak 28 Februari 2026, melanggar hukum internasional.
  • Konflik ini menewaskan sedikitnya 1.230 warga Iran dan menyebabkan WHO menangguhkan operasi logistik global mereka di Dubai.
  • Gangguan logistik medis menunda pasokan penting, termasuk vaksin polio untuk Pakistan dan Afghanistan, serta bantuan Gaza.

Dampak dari serangan ini ternyata meluas hingga keluar dari zona konflik langsung. WHO melaporkan bahwa pusat logistik darurat global mereka yang berlokasi di Dubai, Uni Emirat Arab, terpaksa menghentikan seluruh operasionalnya.

Langkah ini diambil karena kondisi keamanan yang tidak menentu dan penutupan ruang udara di sekitar kawasan strategis tersebut.

“Dampaknya melampaui negara-negara yang terkena dampak langsung,”** kata Tedros.

“Operasi di pusat logistik WHO untuk keadaan darurat kesehatan global di Dubai saat ini ditangguhkan karena ketidakamanan.”

Pusat logistik di Dubai merupakan urat nadi bagi pengiriman bantuan medis dunia. Tahun lalu saja, pusat ini memproses lebih dari 500 pesanan darurat untuk 75 negara.

Namun, penutupan akses ke Selat Hormuz dan pembatasan wilayah udara membuat bantuan senilai jutaan dolar kini tertahan.

Dr Balkhy memperingatkan konsekuensi sistemik dari gangguan ini. “Rantai pasokan kesehatan kemanusiaan kini sedang terancam,” ujarnya.

Gangguan ini mencegah akses terhadap pasokan kesehatan kemanusiaan senilai USD18 juta  atau sekitar Rp282 miliar.

Sementara pengiriman senilai USD 8 juta lainnya bahkan tidak dapat mencapai pusat logistik tersebut.

Baca Juga: Firdaus Oiwobo Ultimatum Iran dan Israel Hentikan Perang: Kalau Tidak Saya Kirim Senjata Ini!

Dampak Global: Dari Gaza hingga Program Polio

Kelumpuhan ini membawa risiko kesehatan publik yang mengerikan bagi negara-negara lain. WHO mencatat bahwa pasokan laboratorium polio senilai USD1,6 juta kini tertahan.

Hal ini dapat berakibat fatal bagi Afghanistan dan Pakistan, dua negara di mana penyakit polio masih menjadi endemik.

Tanpa bantuan tersebut, upaya global untuk membasmi polio terancam mundur bertahun-tahun.

Selain itu, lebih dari 50 permintaan pasokan darurat dari 25 negara tertunda, termasuk obat-obatan senilai USD6 juta yang ditujukan untuk Jalur Gaza.

Kondisi di Gaza semakin terjepit setelah Israel menutup seluruh jalur penyeberangan saat mereka memulai serangan ke Iran, membuat bantuan kemanusiaan hampir mustahil masuk.

Load More