News / Nasional
Minggu, 08 Maret 2026 | 13:44 WIB
Badan Gizi Nasional menggelar pelatihan atau Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada mitra hingga petugas di lapangan pada Sabtu (7/3) dan Minggu (8/3/2026). (Dok. BGN)
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional (BGN) tingkatkan kualitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pelatihan penjamah makanan.
  • Pelatihan serentak di delapan wilayah ini bertujuan memperkuat standar higiene sanitasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Setiap dapur SPPG wajib mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam waktu 30 hari operasional.

Sony menegaskan bahwa setiap SPPG yang telah dinyatakan operasional wajib segera mendaftarkan diri untuk proses penerbitan SLHS maksimal dalam waktu 30 hari.

“Apabila 30 hari daftar saja belum, maka BGN akan dihentikan operasional SPPG,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 25.061 dapur SPPG yang telah menjalani pemeriksaan langsung oleh jajaran Direktorat Pemantauan dan Pengawasan BGN.

“Langsung diketahui ada beberapa SPPG yang tidak memenuhi persyaratan. Baru, kemudian langsung diberi surat peringatan kesatu, surat peringatan kedua dan ada juga yang langsung dihentikan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional Brigjen (Purn) Suardi Samiran menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh proses pengolahan hingga penyajiannya.

Ia menilai standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG.

“Selain itu, percepatan penerbitan SLHS menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis dan memenuhi standar sanitasi,” kata dia.

Load More