- Longsor sampah hebat terjadi di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, dipicu curah hujan sangat tinggi mencapai 264 mm per hari.
- Insiden zona 4A pukul 14.30 WIB ini menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertimbun sampah.
- Pemprov DKI Jakarta melalui tim gabungan segera melakukan normalisasi sungai dan pemulihan akses dengan mengerahkan alat berat.
Suara.com - Kondisi darurat melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berlokasi di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Gunungan sampah di fasilitas vital milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut mengalami longsor hebat yang dipicu oleh faktor alam.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang mengganggu alur pembuangan sampah ibu kota tersebut.
Menurut Pramono Anung, bencana longsoran sampah ini terjadi bukan tanpa alasan. Berdasarkan data meteorologi yang diterima, wilayah Jakarta dan sekitarnya baru saja dihantam oleh cuaca buruk dengan intensitas hujan yang sangat tinggi.
Hal ini menjadi faktor utama yang melemahkan struktur tumpukan sampah di lokasi tersebut.
“Kemarin itu (curah hujannya) 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).
Tingginya angka curah hujan tersebut menciptakan tekanan air yang signifikan pada tumpukan sampah. Pramono menjelaskan lebih lanjut bahwa peristiwa longsor tersebut terjadi secara spesifik di zona 4A pada pukul 14.30 WIB.
Mekanisme terjadinya longsor bermula ketika air hujan dalam volume besar meresap ke dalam gunungan sampah di TPST Bantargebang.
Masuknya air ke dalam tumpukan sampah menyebabkan kondisi material menjadi sangat licin dan kehilangan stabilitasnya. Akibatnya, jutaan ton sampah tersebut bergerak turun dan menimbun area di bawahnya.
Baca Juga: Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang
Dampak dari pergerakan massa sampah ini tergolong masif dan mengganggu operasional harian di tempat pembuangan akhir tersebut.
Kejadian itu, lanjut Pramono, menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah.
Tertutupnya akses jalan operasional ini menjadi kendala serius bagi truk-truk sampah yang hendak melakukan bongkar muat, sementara tertutupnya aliran sungai menimbulkan risiko banjir baru di area sekitar pemukiman warga.
Menyadari urgensi masalah ini, Pramono Anung langsung melakukan peninjauan mendalam ke lokasi kejadian. Setelah meninjau kondisi di Bantargebang pada pagi tadi, Pramono pun segera meminta agar situasi di tempat tersebut segera dinormalkan kembali.
Fokus utama saat ini adalah memastikan aliran sungai tidak lagi terhambat dan akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan berat.
“Terutama Sungai Ciketing-nya, agar segera bisa normal kembali. Tempat itu begitu tertutup maka jalannya juga tertutup, di lapangan kelihatan sekali. Dan untuk itu segera akan dinormalkan kembali,” ujar Pramono sebagaimana dilansir Antara.
Berita Terkait
-
Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang
-
Tutup Sementara Zona 4 TPST Bantargebang Usai Longsor, Pemprov Jakarta Cari Titik Buang Sampah Baru
-
Pasca-Longsor Maut, Pemprov DKI Gerak Cepat Stabilisasi TPST Bantargebang
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
Terkini
-
Bencana Mahal! Meninjau Ulang Dampak Intervensi Militer AS di Dunia
-
Bahlil: Pemerintah Dukung Penuh Pesantren, Salah Satunya Lewat MBG dan Beasiswa LPDP
-
Bukti Satelit: Sekolah Putri di Iran Dihantam Rudal Berulang Kali
-
Datang Sendiri ke Bareskrim, Pandji Diperiksa Lagi soal Kasus Toraja
-
Mahfud MD Heran Gus Yaqut Jadi Tersangka: Kuota Haji Itu Bukan Kerugian Negara!
-
Tutup Sementara Zona 4 TPST Bantargebang Usai Longsor, Pemprov Jakarta Cari Titik Buang Sampah Baru
-
Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang
-
Hari Musik Nasional, Akademisi UGM Ingatkan Ancaman AI dan Masalah Royalti Musisi-Pencipta Lagu
-
Cak Imin Bela Langkah Diplomasi Prabowo: Tujuannya Bantu Gaza dan Jaga Ekonomi RI
-
Profil Mojtaba Khamenei, Penerus Ali Khamenei di Tengah Kecamuk Perang