- Sebuah serangan rudal menghantam sekolah perempuan di kota Minab, Iran, mengakibatkan sedikitnya 175 siswi dan staf tewas pekan lalu.
- Video terbaru menunjukkan proyektil yang sangat mirip rudal jelajah Tomahawk milik Angkatan Laut Amerika Serikat menyerang kompleks tersebut.
- Pakar menduga AS salah sasaran menggunakan data intelijen usang, sementara Presiden Trump menuding Iran sebagai pelaku serangan fatal tersebut.
Suara.com - Media pemerintah Iran merilis cuplikan video terbaru yang menunjukkan momen sebuah rudal jelajah menghantam kompleks bangunan di kota Minab.
Tragedi ini menelan korban jiwa sedikitnya 175 siswi dan staf di sebuah sekolah perempuan sekitar sepekan yang lalu.
Detail Rekaman dan Identifikasi Senjata
Video berdurasi tujuh detik yang diunggah oleh kantor berita Mehr News tersebut memperlihatkan sebuah rudal yang meluncur deras ke arah sebuah gedung di dalam kompleks berpagar.
Meskipun kualitas video terbatas, Jeffrey Lewis, profesor keamanan global dari Middlebury College, menyatakan bahwa proyektil tersebut sangat identik dengan rudal jelajah Tomahawk.
Sebagai informasi, Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan Tomahawk, dan pihak Pentagon sendiri telah mengonfirmasi bahwa armada mereka beroperasi di wilayah selatan Iran saat serangan terjadi.
"Penembak pertama di laut adalah Tomahawk yang dilepaskan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat," ujar Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Presiden AS Donald Trump, berbicara dari atas Air Force One, menolak tuduhan bahwa AS berada di balik serangan sekolah tersebut. Ia justru menuding balik pihak Iran sebagai dalang bencana tersebut. Bantahan tersebut sayangnya tanpa bukti akurat.
"Berdasarkan apa yang saya lihat, menurut saya itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan amunisi mereka. Mereka tidak punya akurasi sama sekali," tegas Trump.
Baca Juga: Lionel Messi Dihujat Usai Bertemu Trump, Istri Maradona: Dia Tak Peduli Omongan Orang
Namun, Jeffrey Lewis membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa desain rudal dalam video tersebut tidak konsisten dengan desain rudal jelajah buatan Iran.
Kantor berita NPR bersama grup riset Bellingcat berhasil memverifikasi lokasi pengambilan video tersebut. Berdasarkan pencocokan detail bangunan dan papan nama klinik, serangan dipastikan terjadi di lokasi sekolah tersebut berada.
Berikut adalah poin-poin kunci hasil investigasi citra satelit dan data lapangan:
- Target Presisi: Citra satelit dari Planet menunjukkan tujuh bangunan, termasuk klinik, hancur dalam apa yang tampak sebagai serangan presisi.
- Status Lokasi: Lokasi tersebut berada di kota Minab. Meskipun diklaim sebagai basis militer yang sudah ditinggalkan selama satu dekade, data menunjukkan adanya hubungan aktif dengan IRGC.
- Data Terbaru: Klinik tersebut diketahui baru dibuka pada tahun 2025 oleh mendiang Kepala IRGC, Hossein Salami.
- Kesalahan Intelijen: Jeffrey Lewis menduga adanya kemungkinan sekolah dan klinik tersebut menjadi target karena militer AS menggunakan data intelijen yang sudah kedaluwarsa (outdated targeting information), di mana area tersebut masih tercatat sebagai pangkalan militer aktif.
Menanggapi temuan ini, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini.
"Kami tentu sedang menyelidiki. Namun, satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," ujarnya saat mendampingi Trump.
Hingga saat ini, pihak Pentagon belum memberikan respons resmi terkait permintaan komentar atas video terbaru yang beredar tersebut.
Berita Terkait
-
Jejak Mojtaba Khamenei: Sosok di Balik Layar yang Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
-
Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Baru Iran Pengganti Ali Khamenei
-
Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei
-
Bukti Satelit: Sekolah Putri di Iran Dihantam Rudal Berulang Kali
-
AS Marah Israel Serang Depo Minyak Iran, Takut Harga Minyak Naik Jadi USD 200
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan
-
Duduk Perkara Kasus Bibi Kelinci: dari Nabilah O'Brien jadi Tersangka Hingga Berakhir Damai
-
Sempat Live Bareng Bigmo Saat Penetapan Tersangka, Ini Kata Wali Kota Solo
-
Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental
-
Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
-
Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Kasus Korupsi Ekspor POME, Siapa Saja?