- Longsor di TPST Bantar Gebang pada Minggu (8/3/2026) disebabkan intensitas curah hujan ekstrem mencapai 264 mm.
- Pergeseran massa sampah setinggi 50 meter menimbun korban, merusak warung, serta mengubur tujuh unit truk sampah.
- Operasi SAR gabungan fokus mencari lima korban hilang dan menormalisasi Sungai Ciketing yang tertutup material longsor.
Suara.com - Bencana longsor yang terjadi di TPST Bantar Gebang pada Minggu (8/3/2026) disebut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai imbas intensitas hujan yang sangat ekstrem di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Tercatat curah hujan menyentuh angka 264 mm per hari, yang membuat struktur gunungan sampah menjadi jenuh air dan licin.
"Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi," ujar Pramono di Balai Kota, Senin (9/3/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya fenomena sliding atau pergeseran massa sampah dari ketinggian 50 meter.
Longsoran ini tidak hanya menimbun manusia, tetapi juga menghancurkan bangunan warung dan menimbun tujuh unit truk sampah.
Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk mencari keberadaan lima orang yang diduga masih tertimbun material sampah.
Operasi pencarian ini melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas Damkar dan Satpol PP.
Selain pencarian korban, petugas juga fokus menormalkan kembali aliran Sungai Ciketing yang tertutup material longsor.
Tersumbatnya sungai berisiko memperparah keadaan karena mengganggu akses jalan bagi warga setempat.
Baca Juga: Jakarta Terancam Penumpukan Sampah Imbas Longsor TPST Bantar Gebang?
"Sungai itu peranannya atau manfaatnya bagi warga tempat itu, begitu tertutup, maka jalannya juga tertutup," papar Pramono.
Orang nomor satu di Jakarta ini belum bisa memastikan kapan status tanggap darurat di lokasi kejadian akan berakhir sepenuhnya.
Potensi longsor susulan tetap diwaspadai mengingat kondisi cuaca yang masih menunjukkan tanda-tanda anomali.
Berita Terkait
-
Jakarta Terancam Penumpukan Sampah Imbas Longsor TPST Bantar Gebang?
-
Pemprov DKI Jamin Santunan Korban Longsor TPST Bantar Gebang
-
TPST Bantargebang Longsor! Pramono Ungkap Pemicu Petaka Sampah Akibat Hujan Ekstrem
-
Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang
-
Tutup Sementara Zona 4 TPST Bantargebang Usai Longsor, Pemprov Jakarta Cari Titik Buang Sampah Baru
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya
-
Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Jadi Operasi Tangkap Tangan Kedelapan Tahun 2026
-
Bareskrim Kejar 2 Anak Buah Ko Erwin yang Masuk DPO, Diburu hingga ke Kalimantan
-
Efek Domino Teheran: Akankah Runtuhnya Iran Mengubah Peta Energi Global Selamanya?
-
Polisi Tangkap 7 Pria dan 2 Wanita Muslim yang Mokel Saat Puasa, Ini Ancaman Hukumannya
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan