News / Metropolitan
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:51 WIB
Ilustrasi bus AKAP. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Petugas gabungan menertibkan enam bus AKAP di Flyover Pasar Rebo karena beroperasi di terminal bayangan pada Selasa (10/3/2026).
  • Operasi Lintas Jaya menindak tegas lima bus ditilang dan satu bus dihentikan karena tidak memiliki izin trayek resmi.
  • Penertiban ini bertujuan menjaga ketertiban mudik Idulfitri, meminimalkan kemacetan, dan menjamin keamanan pemudik.

Suara.com - Enam armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang nekat mangkal di perempatan Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, terkena penertiban oleh petugas gabungan.

Armada-armada itu terdeteksi tengah berburu penumpang di lokasi yang selama ini masyhur sebagai terminal bayangan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menyebutkan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut arus mudik Hari Raya Idulfitri.

Pihaknya memastikan razia terhadap titik-titik transportasi ilegal akan terus diintensifkan guna menjamin ketertiban dan keamanan para calon pemudik.

"Razia terhadap terminal bayangan akan kita gencarkan menjelang arus mudik libur Lebaran," ujar Harlem, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Harlem menilai eksistensi terminal bayangan sering kali menjadi biang kerok kemacetan serta memicu kekhawatiran terkait kelaikan operasional armada bus.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto, memaparkan bahwa operasi bertajuk Lintas Jaya ini mengerahkan sedikitnya 40 personel gabungan.

Petugas memberikan sanksi tilang kepada lima armada, sedangkan satu bus lainnya dipaksa berhenti beroperasi karena tidak mengantongi izin trayek resmi.

"Ada lima armada yang ditilang karena menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi tersebut. Sementara satu armada terpaksa dilakukan setop operasi karena tidak memiliki izin trayek," papar Emiral.

Baca Juga: Angka Kekerasan di Jakarta Tembus 35 Ribu Kasus, Pemprov DKI Diminta Segera Cari Solusi

Langkah tegas ini diharapkan mampu memantik efek jera bagi para sopir maupun perusahaan otobus yang kerap mengabaikan regulasi.

Penertiban juga bertujuan untuk memitigasi risiko kecelakaan lalu lintas seiring dengan prediksi melonjaknya volume pemudik tahun ini.

"Operasi ini juga untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat volume pemudik menjelang Lebaran dipastikan meningkat. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi umum," tandas Emiral.

Gerakan pembersihan terminal ilegal ini selaras dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang berkomitmen memberangus simpul kemacetan di ibu kota.

Pramono menegaskan bahwa keamanan sistem transportasi menjadi prioritas utama pemerintah menjelang musim mudik Lebaran 2026 yang semakin dekat.

"Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, maka itu adalah hal yang akan kami tertibkan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Load More