- Petugas gabungan menertibkan enam bus AKAP di Flyover Pasar Rebo karena beroperasi di terminal bayangan pada Selasa (10/3/2026).
- Operasi Lintas Jaya menindak tegas lima bus ditilang dan satu bus dihentikan karena tidak memiliki izin trayek resmi.
- Penertiban ini bertujuan menjaga ketertiban mudik Idulfitri, meminimalkan kemacetan, dan menjamin keamanan pemudik.
Suara.com - Enam armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang nekat mangkal di perempatan Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, terkena penertiban oleh petugas gabungan.
Armada-armada itu terdeteksi tengah berburu penumpang di lokasi yang selama ini masyhur sebagai terminal bayangan.
Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menyebutkan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut arus mudik Hari Raya Idulfitri.
Pihaknya memastikan razia terhadap titik-titik transportasi ilegal akan terus diintensifkan guna menjamin ketertiban dan keamanan para calon pemudik.
"Razia terhadap terminal bayangan akan kita gencarkan menjelang arus mudik libur Lebaran," ujar Harlem, mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Harlem menilai eksistensi terminal bayangan sering kali menjadi biang kerok kemacetan serta memicu kekhawatiran terkait kelaikan operasional armada bus.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto, memaparkan bahwa operasi bertajuk Lintas Jaya ini mengerahkan sedikitnya 40 personel gabungan.
Petugas memberikan sanksi tilang kepada lima armada, sedangkan satu bus lainnya dipaksa berhenti beroperasi karena tidak mengantongi izin trayek resmi.
"Ada lima armada yang ditilang karena menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi tersebut. Sementara satu armada terpaksa dilakukan setop operasi karena tidak memiliki izin trayek," papar Emiral.
Baca Juga: Angka Kekerasan di Jakarta Tembus 35 Ribu Kasus, Pemprov DKI Diminta Segera Cari Solusi
Langkah tegas ini diharapkan mampu memantik efek jera bagi para sopir maupun perusahaan otobus yang kerap mengabaikan regulasi.
Penertiban juga bertujuan untuk memitigasi risiko kecelakaan lalu lintas seiring dengan prediksi melonjaknya volume pemudik tahun ini.
"Operasi ini juga untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat volume pemudik menjelang Lebaran dipastikan meningkat. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi umum," tandas Emiral.
Gerakan pembersihan terminal ilegal ini selaras dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang berkomitmen memberangus simpul kemacetan di ibu kota.
Pramono menegaskan bahwa keamanan sistem transportasi menjadi prioritas utama pemerintah menjelang musim mudik Lebaran 2026 yang semakin dekat.
"Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, maka itu adalah hal yang akan kami tertibkan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Angka Kekerasan di Jakarta Tembus 35 Ribu Kasus, Pemprov DKI Diminta Segera Cari Solusi
-
Pemkot Jakpus Bersih-bersih Parkir Liar dan PKL di Thamrin City dan Plaza Indonesia
-
Anggaran Triliunan Tapi Kalah dari Banyumas, Anggota DPRD Kritik Tata Kelola Sampah Jakarta
-
Aneka Kue Kering Mulai Diburu Warga di Pasar Jatinegara
-
Terjepit Banjir dan Tren Belanja Online, Nestapa Pedagang Pasar Cipulir Menjelang Idulfitri
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali