- Operasi "Epic Fury" AS-Israel gagal melumpuhkan Iran karena Teheran menunjukkan ketahanan politik dan transisi kepemimpinan mulus.
- Dukungan publik Amerika terhadap agresi militer sangat rendah, dengan 60% warga tidak setuju cara Presiden Trump mengelola aksi tersebut.
- Hezbollah membuka front pertempuran baru di Lebanon, memaksa Israel mundur dan menghadapi tekanan besar di dua front perang.
Bukannya melemah, serangan AS dan Israel justru memicu gelombang dukungan rakyat yang besar di jalan-jalan kota Tehran dan kota-kota lainnya untuk mendukung kepemimpinan baru.
Kegagalan Barat dalam memicu pemberontakan internal atau keretakan di antara elit keamanan Iran menjadi bukti bahwa strategi “tekanan maksimum” telah menemui titik jenuhnya.
Media Barat pun mulai mengakui secara perlahan bahwa transisi kekuasaan yang cepat ini adalah “tamparan keras” bagi mereka yang mengharapkan keruntuhan sistem pemerintahan Iran dalam waktu singkat.
Hezbollah Bikin Israel Terdesak
Situasi semakin rumit bagi Israel karena kelompok perlawanan Hezbollah di Lebanon secara resmi telah membuka front pertempuran baru yang sangat aktif. Hezbollah telah mengintensifkan serangan roket, drone, hingga bentrokan senjata jarak dekat di sepanjang perbatasan untuk mendukung Iran.
Operasi militer Hezbollah ini tidak hanya menyasar pangkalan logistik seperti Misgav, tetapi juga menjangkau hingga ke kota pelabuhan Haifa dan pemukiman di wilayah utara Israel seperti Nahariya dan Kiryat Shmona.
Intensitas serangan Hezbollah ini telah memaksa militer Israel untuk menarik mundur pasukannya dalam beberapa bentrokan di perbatasan, seperti yang terjadi di kota Adaisseh setelah mereka dihantam tembakan mesin dan granat berpeluncur roket.
Pihak Israel sendiri mulai mengakui adanya korban jiwa di kalangan tentaranya akibat serangan rudal anti-tank dan drone peledak.
Kondisi ini menempatkan Israel pada posisi yang sangat terdesak karena mereka harus menghadapi perang di dua front sekaligus, sementara stok amunisi dan rudal pencegat mereka dilaporkan mulai menipis akibat frekuensi serangan yang tak kunjung berhenti.
Baca Juga: Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan
Berita Terkait
-
Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan
-
Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS
-
Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel
-
Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab
-
Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru