- Menlu Iran menegaskan menutup peluang dialog dengan AS pasca serangan agresi, siap balas dengan perang habis-habisan.
- Ketua Parlemen Iran menolak gencatan senjata, menyatakan agresor harus dilumpuhkan secara fisik untuk menghentikan serangan.
- Krisis energi terjadi karena Selat Hormuz terblokade oleh Iran, memaksa pengalihan kapal tanker minyak dunia.
Sementara Donald Trump tetap menunjukkan sikap optimis yang agresif. Dalam konferensi pers di Florida, Trump mencoba menenangkan pasar saham dan menekan harga minyak yang sempat melonjak melewati USD 100 per barel. Ia menyebut operasi militer ini hanyalah sebuah "ekspedisi jangka pendek".
"Ini akan segera berakhir, dan jika itu dimulai lagi, mereka akan dipukul lebih keras lagi," kata Trump.
Ia juga mengklaim kemenangan sepihak dengan berujar, "Kita sudah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup menang."
Namun, ancaman Trump meningkat drastis ketika ia membahas kemungkinan Iran memblokade pasokan minyak global.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengancam akan memberikan serangan dengan skala yang tak terhitung besarnya.
"Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran Minyak di dalam Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LIPAT lebih keras daripada yang pernah mereka alami sejauh ini," tulisnya.
Trump memperingatkan bahwa serangan tersebut akan sangat dahsyat sehingga tidak mungkin bagi Iran atau siapa pun yang membantu mereka untuk bisa pulih kembali.
Krisis Energi dan Selat Hormuz yang Tercekik
Dampak nyata dari perang ini paling dirasakan pada sektor energi global. Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial yang membawa 20 persen pasokan minyak dunia, kini praktis terblokade.
Baca Juga: Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan satu tetes pun minyak meninggalkan kawasan tersebut selama serangan AS-Israel berlanjut.
CEO raksasa minyak Saudi Aramco, Amin Nasser, mengungkapkan bahwa kapal-kapal tanker kini terpaksa dialihkan untuk menghindari Selat Hormuz.
Meskipun jalur pipa Timur-Barat sedang dipacu hingga kapasitas penuh sebesar 7 juta barel per hari menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, namun volume minyak yang tertahan tetap sangat signifikan.
"Situasi di Selat Hormuz memblokir volume minyak yang cukup besar dari seluruh wilayah," kata Nasser.
Ia memperingatkan jika perang ini berlanjut dalam waktu lama, dampaknya terhadap ekonomi global akan sangat serius, terutama pada lonjakan harga bahan bakar bensin dan avtur.
Berita Terkait
-
Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran
-
Iran Ancam Bunuh Donald Trump: Kini Kamu Harus Hati-hati!
-
Cek Fakta: Benarkah Insinyur India Ditangkap di Bahrain karena Jadi Mata-mata Mossad?
-
Putra Menkeu Israel Nyaris Tewas! Serpihan Mortir Hizbullah Tembus Perut
-
Berapa Liter Air Putih yang Harus Diminum Saat Malam Hari Agar Tetap Terhidrasi Saat Puasa?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru