- Menlu Iran menegaskan menutup peluang dialog dengan AS pasca serangan agresi, siap balas dengan perang habis-habisan.
- Ketua Parlemen Iran menolak gencatan senjata, menyatakan agresor harus dilumpuhkan secara fisik untuk menghentikan serangan.
- Krisis energi terjadi karena Selat Hormuz terblokade oleh Iran, memaksa pengalihan kapal tanker minyak dunia.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak akan ada lagi peluang berdialog dengan Amerika Serikat.
Sebaliknya, Garda Revolusi akan melakukan perang habis-habisan membalas serangan agresi AS serta Israel. Hanya Iran yang berhak menentukan kapan perang akan selesai.
Dalam wawancaranya dengan PBS News, dikutip hari Selasa (10/3/2026), Abbas secara efektif menutup peluang dialog dengan Washington.
Ia merujuk pada sejarah panjang pengkhianatan yang dirasakan Iran setiap kali mencoba duduk di meja perundingan dengan Amerika.
Araghchi mencatat bahwa serangan pembuka AS pada 28 Februari lalu terjadi justru setelah adanya pembicaraan yang disebut Washington mengalami kemajuan.
"Tembakan terus berlanjut, dan kami bersiap. Kami sangat siap untuk terus menyerang mereka dengan rudal-rudal kami selama diperlukan dan selama waktu yang dibutuhkan," tegas Araghchi.
Ia juga menambahkan, "Saya tidak berpikir berbicara dengan orang Amerika lagi akan ada dalam agenda kami."
Pihak Iran mengklaim bahwa tujuan awal AS dan Israel untuk melakukan perubahan rezim di Teheran telah gagal total pada hari-hari pertama perang. Kini, Araghchi menyebut kekuatan Barat tersebut beroperasi tanpa tujuan yang jelas atau "tanpa arah".
Keputusan itu tampaknya didukung oleh masyarakat Iran sendiri. Mereka beramai-ramai turun ke jalan untuk mendukung Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk membalas kematian para martir dalam serangan agresi AS-Israel.
Baca Juga: Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran
"Selama bulan Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan," demikian pernyataan warga Iran yang bersebaran di media-media sosial.
Ketegasan Iran juga datang dari Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf. Ia menegaskan bahwa Teheran sama sekali tidak mencari jalan damai atau gencatan senjata saat ini.
Baginya, satu-satunya cara menghentikan agresi adalah dengan kekuatan fisik yang melumpuhkan.
"Kami sama sekali tidak mencari gencatan senjata. Kami percaya bahwa agresor harus dipukul mulutnya agar dia mendapat pelajaran sehingga dia tidak akan pernah berpikir untuk menyerang Iran tercinta lagi," tulis Qalibaf di akun X miliknya.
Ia menuduh Israel dan AS hanya menggunakan siklus "perang-negosiasi-gencatan senjata" untuk mengonsolidasikan dominasi mereka di kawasan.
Trump Ancam Balas Dendam 20 Kali Lipat
Berita Terkait
-
Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran
-
Iran Ancam Bunuh Donald Trump: Kini Kamu Harus Hati-hati!
-
Cek Fakta: Benarkah Insinyur India Ditangkap di Bahrain karena Jadi Mata-mata Mossad?
-
Putra Menkeu Israel Nyaris Tewas! Serpihan Mortir Hizbullah Tembus Perut
-
Berapa Liter Air Putih yang Harus Diminum Saat Malam Hari Agar Tetap Terhidrasi Saat Puasa?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru