-
Isu kematian Benjamin Netanyahu mencuat setelah absen dari publik selama empat hari terakhir.
-
Media Iran mengeklaim adanya serangan yang menewaskan Netanyahu namun dibantah keras oleh Israel.
-
Keamanan ketat dan pembatalan kunjungan utusan Amerika Serikat semakin memperkuat spekulasi global.
Ketegangan semakin memuncak saat agenda diplomatik penting dari Amerika Serikat secara mendadak dibatalkan tanpa alasan.
Dua utusan khusus AS yakni Jared Kushner dan Steve Witkoff seharusnya dijadwalkan tiba di Israel pada hari Selasa.
Pertemuan tersebut awalnya dirancang untuk membahas eskalasi konflik yang sedang berlangsung dengan pihak pemerintah Iran.
Pembatalan sepihak ini terjadi di tengah suasana perang yang telah merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih maupun otoritas Tel Aviv enggan memberikan pernyataan resmi terkait pembatalan itu.
Muncul asumsi bahwa terdapat ketidaksepahaman antara pihak Washington dan Tel Aviv mengenai target operasi militer selanjutnya.
Fokus utama perbedaan pendapat ini diduga berkaitan dengan rencana serangan terhadap fasilitas minyak milik pemerintah Iran.
Situasi semakin keruh karena kantor Netanyahu tetap bungkam dan tidak mengeluarkan bantahan tegas atas klaim pihak Iran.
Keheningan dari otoritas resmi Israel inilah yang menyebabkan berbagai teori konspirasi terus berkembang pesat di masyarakat.
Baca Juga: Agen Migrasi Australia Beberkan Dugaan Ancaman kepada Pemain Timnas Putri Iran
Banyak pihak yang bertanya-tanya mengapa tidak ada klarifikasi segera untuk meredam kegaduhan informasi yang sedang terjadi.
Di sisi lain, media lokal The Jerusalem Post dengan tegas membantah seluruh narasi yang dibangun oleh pihak Teheran.
Mereka menyebutkan bahwa Kantor Berita Tasnim hanya menyebarkan teori konspirasi yang tidak memiliki landasan bukti kuat.
“Media yang terkait dengan IRGC tersebut menunjuk pada celah dalam rekaman terbaru, laporan peningkatan keamanan, dan fragmen informasi publik lainnya, tetapi tidak menawarkan bukti bahwa perdana menteri israel telah terbunuh,” demikian laporan itu.
Media tersebut menilai bahwa informasi yang beredar hanyalah potongan data yang disusun menjadi cerita yang sangat dramatis.
Pihak Israel menekankan bahwa taktik semacam ini merupakan bagian dari strategi perang informasi yang kerap dilakukan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat