-
Amerika Serikat menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di sekitar wilayah Selat Hormuz.
-
Presiden Donald Trump mengancam konsekuensi militer luar biasa jika Iran nekat memasang ranjau.
-
Operasi Epic Fury akan terus berlanjut hingga semua ancaman di Teluk Persia hilang.
Presiden Donald Trump sendiri memberikan rincian tambahan mengenai jumlah kapal yang sudah berhasil dihancurkan.
Secara spesifik sang Presiden menyebut ada sepuluh unit kapal yang kondisinya sudah tidak aktif lagi.
Keterangan ini disampaikan secara terbuka melalui platform komunikasi pribadinya yang langsung mendapatkan sorotan media global.
"Saya dengan senang hati melaporkan dalam beberapa jam terakhir, kami telah menyerang dan sepenuhnya menghancurkan sebanyak 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif, dan operasi lainnya akan menyusul," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, dikutip dari Reuters.
Trump nampaknya ingin memastikan bahwa dominasi militer AS di kawasan tersebut tetap terjaga sangat kuat.
Pihak Gedung Putih tampaknya tidak main-main dengan peringatan yang mereka layangkan kepada pemerintah di Teheran.
Donald Trump secara terbuka mengancam akan ada balasan militer yang jauh lebih besar kedepannya.
Hal ini berkaitan erat dengan potensi sabotase jalur laut menggunakan ranjau oleh militer pihak Iran.
"Jika Iran telah menempatkan ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak memiliki laporan bahwa mereka melakukannya, kami ingin ranjau itu segera disingkirkan!" kata Trump.
Baca Juga: Pemain Timnas Putri Iran di Australia Terbelah, Satu Ubah Keputusan dan Pulang ke Iran
Presiden Amerika tersebut ingin memastikan tidak ada satu pun hambatan bagi kapal yang melintas di sana.
Ketegasan Trump semakin terlihat ketika ia membahas mengenai tingkat kekuatan tempur yang akan dikerahkan nantinya.
Amerika siap menggunakan kekuatan yang belum pernah disaksikan sebelumnya jika peringatan tersebut diabaikan oleh musuh.
"Jika dengan alasan apa pun ranjau dipasang dan tidak segera dihapus, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," tambah dia.
Hingga saat ini kesiagaan pasukan Amerika di perairan Timur Tengah tetap berada pada level tertinggi.
Target operasi adalah memastikan wilayah laut benar-benar bersih dari ancaman bahan peledak yang membahayakan kapal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Longsor Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Bukti Buruknya Manajemen Sampah
-
Nasib Kaharingan: Agama Asli Dayak yang Terancam Hilang oleh Aturan
-
BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Bermasalah Jelang Ramadan dan Idul Fitri
-
Bangunan dan Rumah Porak Poranda, Influencer Israel: Oh Ini Rudal Iran, Ngeri Banget Ya
-
Warga Tel Aviv Saat Ini: Di Langit Hujan Rudal Iran, Di Bungker Dipenuhi Pecandu Narkoba
-
Jakarta Belum Temukan Kasus Campak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan dari Sekitar
-
Aksi Korve Massal: Kapolda Metro Jaya dan Dua Menteri Sulap Pasar Kramat Jati Lebih Bersih
-
Pernyataan Pihak Iran Benjamin Netanyahu Tewas dengan Luka Parah
-
Warga Binaan Lapas Cibinong Ikuti Gerakan Membaca Alkitab untuk Pembinaan Rohani
-
Iran Disebut Dapat Bantuan Nuklir Korea Utara, Pakar Militer AS Peringatkan Trump