News / Nasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 13:41 WIB
kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam konferensi pers bersama di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Mayoritas pemudik Lebaran 2026 memilih mobil pribadi (52,98%) dengan total 76,24 juta perjalanan, membebani jalan raya.
  • Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret, sementara arus balik puncaknya pada 24-25 Maret.
  • Pemerintah menyiapkan 1.461 unit Disaster Relief Unit untuk memperbaiki jalan nasional yang kondisinya mantap 93,2%.

Suara.com - Mayoritas pemudik pada Lebaran 2026 melakukan perjalanan menggunakan mobil probadi. Total jumlah pemudik dengan moda roda empat tersebut mencapai 52,98 persen atau 76,24 juta.

"Ini top ten-nya seperti ini. Tetap yang sangat dominan adalah menggunakan mobil-mobil pribadi, diperkirakan 52 persennya sendiri," kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam konferensi pers bersama di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Terbanyak kedua adalah moda transportasi roda dua atau sepeda motor yang digunakan pemudik menuju kampung halaman. Total pergerakan sepeda motor pada arus mudik tahun ini diprediksi mencapai 24,08 juta atau 16,74 persen.

Ketiga moda transporasi bus 23,34 juta (16,22 persen); kapal penyeberangan 6,40 juta (4,45 persen); pesawat 4,98 juta (3,46 persen); kereta api antar kota 4,79 juta (3,33 persen); kerata api perkotaan 2,17 juta (1,51 persen); kapal laut 926,12 ribu (0,64 persen); kereta cepat 682,90 ribu (0,47 persen), dan lainnya 262,27 ribu (0,18 persen).

"Jadi bisa dibayangkan bahwa memang bicara mudik berarti beban utama ada di jalan-jalan raya, baik jalan tol, jalan nasional, termasuk jalan-jalan arteri yang kemudian akan digunakan menuju ke kabupaten/kota tujuan masyarakat," kata AHY.

AHY menyampaikan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diperkirakan ada 143,9 juta perjalanan atau masyarakat yang melakukan mudik Lebaran.

"Bisa dilihat ditinjau dari tujuan maka yang paling banyak akan mudik ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, lalu diikuti Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan," kata AHY.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 dan 15 Maret. Sedangkan puncak mudik kedua pada 18 dan 19 Maret.

"Lalu untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," kata AHY.

Baca Juga: Kapan Puncak Arus Mudik 2026? Ini Prediksi Tanggal Terpadat Jelang Lebaran

Kesiapan Infrastruktur

AHY menjelaskan ada lebih dari 47 ribu km jalan nasional non tol yang haris dilakukan preservasi.

"Kondisinya beragam, tapi secara umum jalan nasional yang non-tol itu kemantapannya sekitar 93,2 persen. Memang begitu masuk ke jalan-jalan provinsi, jalan kabupaten/kota berbeda tingkat kemantapannya. Tapi paling tidak kami laporkan untuk jalan nasional yang non-tol baik Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua secara umum dalam kondisi yang siap dan mantap," tutur AHY.

Pemerintah juga telah menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jalan-jalan rusak yang menjadi jalur arus mudik.

DRU bertugas secara cepat mengerahkan alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan.

"Ini sudah diantisipasi ada beberapa titik rawan bencana. Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian total kesiapan tim DRU tadi, Disaster Relief Unit itu sekitar 1.461 unit. Ini juga sudah siap dengan alat-alat berat dan materielnya," kata AHY.

Load More