- Konflik Israel-AS melawan Iran sejak 28 Februari menimbulkan kerugian besar; biaya harian perang AS mencapai sekitar Rp15 triliun.
- Iran menggunakan drone Shahed 136 murah, kontras dengan biaya pertahanan Israel yang mahal seperti rudal Arrow-3.
- Jurnalis India melaporkan sensor militer ketat Israel melarang peliputan rumah sakit korban dan lokasi kerusakan parah.
"Pemerintah (Israel) tidak akan memberi tahu apa pun kepada Anda. Anda tidak bisa mengunjungi rumah sakit yang menampung jenazah, dan ketika sebuah insiden terjadi, kami bahkan tidak tahu di mana lokasinya," katanya.
Singh juga menambahkan bahwa otoritas Israel secara aktif mencegah jurnalis untuk mengambil gambar atau video yang menunjukkan kerusakan akibat hantaman rudal Iran.
Kesaksian Singh yang beredar luas di media sosial ini dianggap oleh banyak pihak sebagai bukti adanya sensor militer yang sengaja diterapkan untuk menjaga narasi perang.
Salah satu poin krusial yang diungkapkan Singh adalah ketidaksiapan sistem peringatan dini. Ia menyebutkan bahwa rudal-rudal Iran terkadang menghantam target tanpa ada suara sirene peringatan sebelumnya.
"Rudal Iran terkadang menghantam tanpa sirene peringatan," ujarnya.
Hal ini bertentangan dengan pernyataan resmi pemerintah yang menjamin keamanan warga sipil di tempat perlindungan.
Sementara, laporan dari Palestinian Chronicle juga menguatkan adanya perbedaan antara klaim resmi dan realitas di lapangan.
Singh menyebutkan bahwa beberapa warga sipil justru meninggal dunia di dalam tempat perlindungan, meskipun fasilitas tersebut sebelumnya dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
Pembatasan dokumentasi terhadap kerusakan ini memicu perdebatan luas di internet mengenai transparansi informasi yang dipublikasikan oleh pihak militer.
Baca Juga: Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz
Beberapa pengamat menilai bahwa langkah Israel membatasi informasi mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan adalah bagian dari strategi untuk membentuk persepsi publik dan menjaga stabilitas domestik selama masa pertempuran.
Namun, upaya sensor ini mulai goyah setelah beberapa media internasional merilis bukti-bukti lain. NBC News, misalnya, sempat menyiarkan rekaman rudal Iran yang menghantam wilayah Tel Aviv, meskipun detail lokasi dan tingkat kerusakannya tetap tidak diungkap secara rinci ke publik.
Analisis lebih mendalam dilakukan oleh Unit Open Source Al Jazeera melalui foto udara yang dipublikasikan oleh platform non-pemerintah yang tidak terikat sensor militer.
Hasil analisis tersebut berhasil mengidentifikasi lokasi serangan rudal yang menghantam sebuah kompleks perumahan warga.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa rudal Iran menghantam langsung sebuah tempat perlindungan, yang kemudian memicu kerusakan hebat pada bangunan-bangunan di sekitarnya.
Kekuatan serangan rudal Iran juga dikonfirmasi oleh kesaksian warga di Beit Shemesh yang dimuat oleh media lokal Israel. Para warga di wilayah tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya getaran dan ledakan yang terjadi.
Banyak warga mulai mempertanyakan efektivitas sistem peringatan dini, karena mereka merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencapai ruang perlindungan sebelum rudal benar-benar menghantam pemukiman mereka.
Hingga saat ini, data resmi dari Kementerian Kesehatan Israel mencatat 13 orang tewas dan 1.929 lainnya terluka akibat rangkaian serangan yang dimulai sejak akhir Februari tersebut, namun angka ini diduga bisa lebih tinggi jika melihat ketatnya sensor yang diberlakukan.
Berita Terkait
-
Eks Jenderal AS Ungkap Bahaya Nyata Ranjau Iran bagi Kapal Tanker di Selat Hormuz
-
Dicap Pengkhianat, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dapat Visa Australia
-
Ironi! Pilot Perempuan Israel Dianggap Simbol Feminisme, Ribuan Wanita Gaza Berjuang Hidup
-
Selat Hormuz Jadi Jalur Neraka di Iran, Meleng Dikit Pindah Alam
-
Iran Berhasil Ekspor Minyak Mentah ke China, Lolos dari Serangan AS-Israel
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
-
Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel
-
Mahasiswa UI, IPB, hingga Pancasila Bersatu di Depok, Susun Tuntutan untuk Pemerintah
-
Tangkis Isu Anti-Asing, Prabowo: Investor Antre Masuk, Hanya yang 'Liar' Tak Suka Aturan!
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax
-
MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total
-
Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia
-
Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng