- Pemerintah Spanyol resmi menarik permanen duta besar dari Israel akibat ketegangan diplomatik yang meningkat.
- Penarikan dimulai sejak September lalu setelah Spanyol larang transit senjata menuju Israel melalui wilayahnya.
- Hubungan kedua negara memburuk pasca pengakuan negara Palestina dan serangan militer AS-Israel terhadap Iran.
Suara.com - Pemerintah Spain resmi menarik secara permanen duta besarnya dari Israel.
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara terkait sikap Spanyol yang menentang serangan militer AS-Israel terhadap Iran.
Penarikan duta besar sebenarnya sudah dimulai sejak September tahun lalu.
Saat itu Madrid memanggil pulang diplomatnya setelah memutuskan melarang pesawat dan kapal yang membawa senjata ke Israel melintasi pelabuhan dan wilayah udaranya.
Langkah tersebut memicu kemarahan pemerintah Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar bahkan mengecam kebijakan itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang bersifat antisemit.
Dilansir dari Aljazeera, pada Selasa, pemerintah Spanyol secara resmi mengumumkan penghentian jabatan duta besar melalui lembaran resmi negara.
Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan kedutaan mereka di Tel Aviv untuk sementara akan dipimpin oleh pejabat sementara setingkat charge d'affaires.
Langkah ini menjadi babak baru memburuknya hubungan kedua negara sejak operasi militer Israel di Gaza Strip pada Oktober 2023.
Hubungan diplomatik semakin tegang setelah Spanyol memutuskan mengakui negara Palestina.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
Sebagai respons, Israel juga menarik duta besarnya dari Madrid pada Mei lalu.
Kedutaan Israel di Spanyol saat ini juga dipimpin oleh pejabat sementara.
Ketegangan makin meningkat setelah serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Gideon Sa'ar menuding Spanyol berpihak pada para tiran karena menolak perang tersebut.
Sementara itu, militer Iran memperingatkan konflik regional bisa berdampak pada pasar energi global.
Mereka bahkan memperkirakan harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga 200 dolar AS per barel jika eskalasi konflik terus berlanjut.
Berita Terkait
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia
-
Dipanggil KPK Saat Praperadilan, Kubu Yaqut Cium Indikasi Intervensi: Ini Sangat Aneh
-
Menhaj Tegaskan Persiapan Haji 2026 Tetap On Schedule di Tengah Situasi Timur Tengah
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Haji 2026