-
Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait menggunakan rudal dan pesawat nirawak.
-
Sebanyak seratus lebih tentara Amerika Serikat dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan IRGC.
-
Serangan Iran menargetkan infrastruktur vital termasuk sistem Patriot dan markas Armada Kelima.
Suara.com - Momen Ramadhan jadi mimpi buruk di Kuwait. Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik baru setelah pihak Teheran mengeklaim keberhasilan operasi militernya.
Kekuatan militer Iran dilaporkan telah meluncurkan rudal kiamat mematikan ke arah instalasi militer Amerika Serikat.
Serangan ini menyasar titik-titik strategis yang berada di wilayah kedaulatan negara Kuwait baru-baru ini.
Laporan resmi menyebutkan bahwa penggunaan drone dan rudal menjadi instrumen utama dalam gempuran udara tersebut.
Dampak dari aksi militer ini diklaim mengakibatkan lebih dari seratus personel tentara Amerika mengalami cedera.
Pihak Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC merilis pengumuman resmi mengenai rincian serangan besar ini.
Mereka menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian integral dari gelombang ke-38 Operasi True Promise 4.
Momentum serangan dipilih secara khusus oleh pasukan elit Iran untuk memberikan dampak psikologis yang signifikan.
Berdasarkan informasi dari kantor berita Tasnim, fokus utama serangan adalah fasilitas penerbangan militer milik Amerika.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
"Angkatan Laut Garda Revolusi melaksanakan operasi yang kuat dan menentukan terhadap sisa-sisa pasukan militer Amerika di kawasan pada malam Lailatul Qadar, sebagai bagian dari gelombang ke-38 Operasi True Promise 4," demikian pernyataan IRGC.
Fasilitas pangkalan helikopter di Al-Udairi Air Base menjadi sasaran yang paling parah terkena dampak ledakan.
Setidaknya dua buah rudal dilaporkan menghantam area vital tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan secara presisi.
Ledakan yang dihasilkan dari hulu ledak rudal Iran diklaim telah melumpuhkan aktivitas penerbangan di sana.
Banyaknya jumlah tentara yang terluka membuat operasional militer Amerika Serikat di kawasan tersebut menjadi terganggu.
Menurut IRGC, serangan itu menyebabkan banyak personel militer Amerika tidak dapat bertugas. Lebih dari 100 tentara diklaim terluka.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Bantah Donald Trump, Militer AS: Rudal Tomahawk Hancurkan Sekolah di Iran Milik Kami
-
Pengelolaan TMPN Kalibata Dialihkan ke Kemenhan, Target Resmi Mulai 1 April 2026
-
Usai Kalah di Praperadilan, Gus Yaqut Disebut Akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini
-
Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
-
Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang
-
Malam Mencekam di Utara Israel! Roket Hizbullah Hancurkan Bangunan, 5 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah
-
Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
-
Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran