-
Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait menggunakan rudal dan pesawat nirawak.
-
Sebanyak seratus lebih tentara Amerika Serikat dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan IRGC.
-
Serangan Iran menargetkan infrastruktur vital termasuk sistem Patriot dan markas Armada Kelima.
Pihak Iran tidak hanya menyasar pangkalan udara tetapi juga titik logistik laut yang sangat penting.
Fasilitas di Mina Salman Port yang dikenal sebagai markas United States Fifth Fleet turut menjadi target.
Infrastruktur kunci yang menopang pergerakan armada laut Amerika diklaim mengalami kerusakan akibat gempuran proyektil tersebut.
Selain pelabuhan, sistem pertahanan udara yang canggih milik Amerika juga dilaporkan tidak berdaya menahan serangan.
IRGC juga menyebut telah menyerang infrastruktur penting militer Amerika di kawasan. Salah satunya fasilitas di Mina Salman Port yang menjadi markas United States Fifth Fleet.
Laporan intelijen Iran mengindikasikan bahwa sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika berhasil ditembus dan dirusak.
Kerusakan juga menyasar gudang penyimpanan peralatan tempur yang berada di pangkalan angkatan laut Ali Al-Salem.
Barak-barak tempat prajurit beristirahat di Mohammad Al-Ahmad Naval Base tidak luput dari sasaran serangan udara.
Iran menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan teknis untuk menjangkau titik-titik yang dianggap paling aman sekalipun.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
Selain itu, IRGC menyebut sistem pertahanan udara Patriot, gudang peralatan militer, serta barak pasukan Amerika di pangkalan angkatan laut Ali Al-Salem Air Base dan Mohammad Al-Ahmad Naval Base juga mengalami kerusakan akibat serangan.
Pemerintah Iran melalui militernya menyatakan bahwa operasi serupa akan terus dilancarkan di masa mendatang.
Selama konflik regional masih membara, posisi Amerika dan Israel akan tetap berada dalam garis bidik.
Pesan tegas disampaikan kepada komunitas internasional bahwa Iran tidak akan mundur sebelum tujuan mereka tercapai.
Visi akhir dari militer Iran adalah hilangnya dominasi kekuatan asing yang mengancam kedaulatan wilayah nasional mereka.
Pernyataan dari Garda Revolusi ini menandakan fase baru dalam konfrontasi langsung antara Teheran dan Washington.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan