-
DK PBB sahkan resolusi inisiasi Bahrain guna hentikan serangan rudal Iran di kawasan Teluk.
-
Rusia dan China pilih abstain tanpa veto sementara tiga belas negara lainnya mendukung penuh.
-
Resolusi menuntut Teheran hentikan dukungan proksi demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Suara.com - Lembaga Dewan Keamanan PBB akhirnya mengambil langkah tegas guna merespons eskalasi militer yang kian memanas di wilayah Timur Tengah.
Keputusan krusial ini diambil melalui proses pemungutan suara terhadap draf hukum internasional yang menyoroti tindakan agresif Teheran belakangan ini.
Melalui forum tertinggi tersebut, mayoritas negara anggota menyepakati tuntutan agar otoritas Iran menghentikan seluruh operasi serangan mereka.
Fokus utama dari kesepakatan ini adalah melindungi kedaulatan sejumlah negara Arab yang berada di wilayah strategis kawasan Teluk.
Pengesahan dokumen penting ini menandai babak baru dalam upaya diplomatik global guna meredam konflik bersenjata yang terus meluas.
Berdasarkan laporan resmi dari pihak otoritas internasional, terdapat dua negara besar yang memilih untuk bersikap netral dalam voting.
Negara yang memutuskan untuk mengambil posisi abstain tersebut adalah China dan Rusia dalam proses pengambilan keputusan di New York.
Meskipun bersikap pasif, baik Moskow maupun Beijing dilaporkan sama sekali tidak menggunakan hak veto mereka untuk menggagalkan draf tersebut.
Pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa secara transparan membagikan hasil akhir dari pemungutan suara ini melalui saluran komunikasi resmi mereka.
Baca Juga: Donald Trump Klaim AS Menang Lawan Iran: Perang Ini Telah Usai
"Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi yang diprakarsai Bahrain mengenai krisis yang semakin memburuk di Timur Tengah," demikian unggahan PBB, Kamis waktu Indonesia.
Informasi digital tersebut juga memberikan detail spesifik mengenai peta dukungan negara-negara anggota terhadap resolusi yang diajukan.
Tercatat sebanyak 13 negara anggota Dewan Keamanan memberikan suara setuju tanpa ada satupun pihak yang menyatakan penolakan secara resmi.
Dukungan masif ini menunjukkan adanya kesamaan pandangan global mengenai urgensi terciptanya perdamaian di kawasan yang kaya akan sumber daya energi.
Keputusan kolektif ini diharapkan mampu memberikan tekanan diplomatik yang signifikan bagi stabilitas keamanan di wilayah semenanjung Arab.
Munculnya dorongan kuat untuk menerbitkan resolusi ini tidak lepas dari rentetan insiden keamanan yang membahayakan warga sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang
-
Malam Mencekam di Utara Israel! Roket Hizbullah Hancurkan Bangunan, 5 Orang Jadi Korban
-
Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
-
Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran
-
Upaya Kabur Gagal, Dua Tersangka Korupsi Kementan Diciduk Polisi di Ogan Ilir
-
Bazar Ramadan, Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
-
Mabes TNI Jelaskan Mutasi Pati: Pangdam Jaya Jadi Bintang Tiga, Jabatan Kaster TNI Diaktifkan Lagi
-
Pemkot Semarang Siapkan 7 Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta
-
Media Israel Tuduh Mojtaba Khamenei Patah Kaki Habis Dibom Demi Pencitraan Jadi Pahlawan