-
Fasilitas tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah Oman terbakar akibat serangan drone misterius.
-
Maersk menghentikan operasional pelabuhan sementara waktu meski pasokan minyak nasional Oman diklaim aman.
-
Presiden Iran menjanjikan investigasi atas insiden tersebut setelah mendapat kecaman dari Sultan Oman.
Keputusan ini diambil guna menjamin keselamatan awak kapal dan aset logistik yang berada di sekitar pelabuhan.
Asal-usul pesawat tak berawak yang memicu kekacauan di pelabuhan tersibuk Oman tersebut hingga kini masih misterius.
Situasi ini mendorong Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, segera menghubungi pemimpin Oman untuk memberikan klarifikasi langsung secara personal.
Dalam pembicaraan telepon tersebut, Pezeshkian menyatakan bahwa insiden di Pelabuhan Salalah akan diselidiki dengan sangat serius dan mendalam.
Langkah diplomatik ini dilakukan demi menjaga hubungan baik antarnegara di tengah badai konflik yang melanda Timur Tengah.
Teheran berusaha memberikan jaminan bahwa stabilitas kawasan tetap menjadi prioritas mereka di tengah ketegangan militer saat ini.
Pemerintah Oman merespons kejadian ini dengan nada yang sangat tegas terhadap gangguan kedaulatan di wilayah teritorial mereka.
Melalui rilis resmi, Sultan Haitham juga menyampaikan ketidakpuasan serta mengecam serangan terhadap Oman secara terbuka kepada pemimpin Iran tersebut.
Kecaman ini mencerminkan kegelisahan negara-negara Teluk yang terjebak dalam pusaran konflik antara kekuatan besar dunia di kawasan.
Baca Juga: Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran
Padahal sebelumnya, Presiden Pezeshkian sempat melontarkan pernyataan maaf kepada negara-negara Arab tetangga Iran karena terseret perangnya tersebut.
Janji perdamaian sebelumnya kini diuji dengan adanya ledakan drone yang menghantam aset vital milik kesultanan yang damai tersebut.
Presiden Iran memberikan pernyataan bahwa pihaknya tidak akan menargetkan negara-negara tetangga kecuali jika ada ancaman yang nyata.
Pezeshkian bahkan menjamin Iran tak akan menyerang negara-negara di Timur Tengah lagi kecuali menghadapi ancaman dari negara-negara tersebut.
Sultan Oman berharap agar penyelidikan yang dijanjikan pihak Iran dapat mengungkap dalang di balik serangan udara tersebut.
Untuk saat ini, pengamanan di sekitar Pelabuhan Salalah diperketat guna mengantisipasi adanya serangan drone susulan yang tidak terduga.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Iran Bombardir Pangkalan Perang AS, 13 Antek Zionis Tewas dan 100 Luka-luka
-
Bantah Donald Trump, Militer AS: Rudal Tomahawk Hancurkan Sekolah di Iran Milik Kami
-
Pengelolaan TMPN Kalibata Dialihkan ke Kemenhan, Target Resmi Mulai 1 April 2026
-
Usai Kalah di Praperadilan, Gus Yaqut Disebut Akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini
-
Mengenal Kapal Perang US Fifth Fleet yang Masuk Bidikan Rudal Iran, Sudah Berumur31Tahun
-
Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!
-
Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang
-
Malam Mencekam di Utara Israel! Roket Hizbullah Hancurkan Bangunan, 5 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah
-
Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran