News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 12:03 WIB
Rudal Iran (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Perang modern ditentukan oleh konsep "Perang Atrisi," yaitu siapa lebih dulu kehabisan modal, logistik, atau dukungan secara fisik dan non-fisik.
  • Amerika Serikat menekan Iran menggunakan empat instrumen kekuatan nasional: Diplomasi, Informasi, Militer, dan Ekonomi selama bertahun-tahun.
  • Ketangguhan Iran dalam menghadapi tekanan disebabkan oleh perubahan geopolitik, kualitas SDM tinggi, serta mentalitas budaya yang tahan banting.

Pertama, perubahan geopolitik global. Sejak 2017, munculnya Rusia dan Tiongkok sebagai kekuatan adidaya baru yang menyaingi hegemoni tunggal (unipolar) AS memberikan jalan keluar bagi Iran.

Kedua negara tersebut dinilai tidak takut terhadap sanksi AS dan tetap menjalin kerja sama ekonomi, termasuk membeli minyak dari Iran.

Kedua, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Agung membeberkan fakta mengejutkan terkait tingkat kecerdasan penduduk Iran yang jauh berada di atas rata-rata global.

“Iran sendiri sebagai negara itu negara yang sebetulnya sangat potensi besar dari sumber daya manusia. Mereka ranking IQ-nya nomor 4 di dunia dengan level 106. Amerika 33 kayaknya 91 koma berapa dan Israel itu 37 kalau nggak salah 91 koma berapa juga. Jadi jauh angkanya 15 poin,” ungkapnya.

Ketiga, mentalitas dan ideologi kultural masyarakat Iran yang tahan banting.

Hal ini mengakar kuat pada keyakinan Syiah yang menjadi mayoritas di negara tersebut. Sejarah panjang yang bermula dari peristiwa tragis cucu Nabi Muhammad, Hasan dan Husein, membentuk karakter bangsa Iran.

Bagi masyarakat Iran, penderitaan bukanlah sebuah kelemahan.

“Itu menjadi dasar mereka sehingga menderita itu adalah bagian daripada kebahagiaan dia. Menderita itu adalah bagian daripada bagaimana dia beragama,” ujarnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Baca Juga: DUAAARRR! Tanki BBM di Pelabuhan Oman Diserang Drone Peledak Iran, Api Berkobar

Load More