-
Iran menggunakan strategi serangan saturasi untuk membanjiri sistem pertahanan udara Israel secara serentak.
-
Rudal hipersonik seperti Fattah memiliki kecepatan tinggi yang sulit dideteksi oleh radar konvensional.
-
Teheran memiliki gudang senjata balistik terbesar di Timur Tengah dengan jangkauan ribuan kilometer.
Senjata ini menggunakan teknologi bahan bakar padat dua tahap yang memungkinkan proses peluncuran dilakukan dalam waktu sangat singkat.
Dengan daya jangkau mencapai 2.500 kilometer, Sejjil mampu membawa beban hulu ledak yang sangat masif seberat 1.500 kilogram.
Di sisi lain, militer Iran juga masih mengandalkan eksistensi "Shahab-3 missile" sebagai tulang punggung kekuatan serangan udara mereka.
Varian Shahab-3 yang telah dimodernisasi kini memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih presisi dibandingkan dengan versi awal tahun 2000-an.
Terobosan terbaru yang paling disoroti adalah kemunculan Fattah yang diklaim sebagai rudal hipersonik pertama milik pemerintah Iran.
Rudal ini dirancang khusus untuk memiliki kemampuan manuver tinggi agar bisa mengecoh sensor canggih milik sistem Arrow.
Keberadaan "kota rudal" yang terletak jauh di bawah tanah juga memberikan keuntungan strategis bagi kesiapan tempur mereka.
Fasilitas bunker tersembunyi tersebut melindungi ribuan stok proyektil dari risiko serangan udara preventif pihak lawan.
Hingga saat ini, distribusi arsenal yang tersebar luas membuat kapasitas serangan jarak jauh Iran tetap berada pada level tertinggi.
Baca Juga: Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru
Kombinasi antara rudal Sejjil, Shahab-3, dan Fattah telah mengubah peta kekuatan militer di wilayah Timur Tengah secara signifikan.
Kemampuan menembus sistem pertahanan yang dianggap terbaik di dunia memberikan pesan kuat mengenai kemajuan teknologi militer Teheran.
Dinamika konflik diprediksi akan semakin sensitif seiring dengan terus berkembangnya inovasi pada hulu ledak dan sistem navigasi.
Jika ketegangan tidak mereda, potensi penggunaan senjata jarak jauh akan menjadi kunci utama dalam menentukan hasil akhir bentrokan.
Israel kini harus melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas sistem interseptor mereka menghadapi ancaman gelombang rudal hipersonik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK
-
Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen
-
Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh
-
Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya
-
JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah