News / Internasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:39 WIB
Rudal Iran
Baca 10 detik
  • Donald Trump menyatakan Amerika Serikat memiliki stok senjata yang hampir tidak memiliki batas.

  • Intensitas serangan rudal balistik Iran dilaporkan menurun drastis hingga angka 86 persen.

  • Amerika Serikat mulai beralih menggunakan bom murah untuk menghancurkan sisa pertahanan Iran.

Iran diketahui sebagai produsen massal drone tempur jenis Shahed yang juga digunakan dalam konflik lain.

Namun data terbaru menunjukkan bahwa peluncuran pesawat tanpa awak tersebut juga mengalami penurunan 73 persen.

Penurunan ini diduga menjadi langkah strategis Iran untuk mengamankan sisa stok senjata yang ada.

Saat ini supremasi udara telah diambil alih sepenuhnya oleh jet tempur Amerika Serikat dan sekutunya.

Sistem pertahanan udara milik Iran dikabarkan sudah mengalami kerusakan parah akibat serangan bertubi-tubi.

Komando Pusat AS kini mulai mengalihkan fokus operasi pada penghancuran pabrik dan lokasi peluncuran.

Mereka berniat melumpuhkan kemampuan Iran untuk memproduksi kembali alat-alat tempur yang telah hancur.

Meskipun demikian upaya menyapu bersih seluruh senjata Iran bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.

Luas wilayah Iran yang sangat besar memungkinkan mereka menyembunyikan aset militer di bawah tanah.

Baca Juga: Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

Belajar dari sejarah perang udara di wilayah lain penghancuran total kekuatan lawan memerlukan waktu lama.

Amerika Serikat tetap berdiri sebagai entitas militer dengan pendanaan dan teknologi paling maju di bumi.

Hanya saja mereka sangat bergantung pada penggunaan senjata presisi tinggi yang biaya produksinya selangit.

Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para kontraktor pertahanan untuk membahas percepatan jalur produksi.

Saat ini militer AS mulai beralih menggunakan bom yang lebih ekonomis untuk serangan jarak dekat.

Langkah ini diambil setelah sistem pertahanan lawan dianggap sudah tidak lagi memberikan ancaman berarti.

Load More