-
Donald Trump menyatakan Amerika Serikat memiliki stok senjata yang hampir tidak memiliki batas.
-
Intensitas serangan rudal balistik Iran dilaporkan menurun drastis hingga angka 86 persen.
-
Amerika Serikat mulai beralih menggunakan bom murah untuk menghancurkan sisa pertahanan Iran.
Iran diketahui sebagai produsen massal drone tempur jenis Shahed yang juga digunakan dalam konflik lain.
Namun data terbaru menunjukkan bahwa peluncuran pesawat tanpa awak tersebut juga mengalami penurunan 73 persen.
Penurunan ini diduga menjadi langkah strategis Iran untuk mengamankan sisa stok senjata yang ada.
Saat ini supremasi udara telah diambil alih sepenuhnya oleh jet tempur Amerika Serikat dan sekutunya.
Sistem pertahanan udara milik Iran dikabarkan sudah mengalami kerusakan parah akibat serangan bertubi-tubi.
Komando Pusat AS kini mulai mengalihkan fokus operasi pada penghancuran pabrik dan lokasi peluncuran.
Mereka berniat melumpuhkan kemampuan Iran untuk memproduksi kembali alat-alat tempur yang telah hancur.
Meskipun demikian upaya menyapu bersih seluruh senjata Iran bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.
Luas wilayah Iran yang sangat besar memungkinkan mereka menyembunyikan aset militer di bawah tanah.
Baca Juga: Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran
Belajar dari sejarah perang udara di wilayah lain penghancuran total kekuatan lawan memerlukan waktu lama.
Amerika Serikat tetap berdiri sebagai entitas militer dengan pendanaan dan teknologi paling maju di bumi.
Hanya saja mereka sangat bergantung pada penggunaan senjata presisi tinggi yang biaya produksinya selangit.
Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para kontraktor pertahanan untuk membahas percepatan jalur produksi.
Saat ini militer AS mulai beralih menggunakan bom yang lebih ekonomis untuk serangan jarak dekat.
Langkah ini diambil setelah sistem pertahanan lawan dianggap sudah tidak lagi memberikan ancaman berarti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok