-
Iran menyerang berbagai kapal tanker internasional dan mewajibkan izin melintas di Selat Hormuz.
-
Serangan proyektil menyebabkan korban jiwa dan kerusakan kapal dari berbagai negara di wilayah.
-
Teheran mengancam blokade minyak total terhadap Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutu mereka.
Suara.com - Situasi keamanan di perairan Selat Hormuz saat ini sedang berada dalam kondisi yang sangat genting dan berbahaya.
Ketegangan yang melibatkan Iran dengan Washington serta Tel Aviv memicu rentetan insiden kekerasan di jalur neraka tersebut.
Operasi militer yang menyasar kapal-kapal komersial dilaporkan semakin intensif terjadi dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini.
Pihak berwenang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC secara terbuka telah mengeluarkan instruksi yang sangat ketat.
Laksamana Alireza Tangsiri selaku Komandan Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa kontrol penuh atas wilayah perairan berada di tangan mereka.
Dampak dari memanasnya suhu politik ini merembet hingga ke wilayah kedaulatan tetangga Iran yakni negara Irak.
Aksi sabotase udara dilaporkan telah menghantam dua unit kapal tanker minyak yang sedang berada di laut Irak.
Laporan resmi menyebutkan bahwa serangan yang terjadi pada hari Kamis tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di lokasi.
Letnan Jenderal Saad Maan selaku juru bicara militer setempat mengonfirmasi adanya satu kru yang tewas dalam kejadian itu.
Baca Juga: Kesal dengan Israel, Kim Jong Un Kepikiran soal Perang Nuklir
Petugas penyelamat berhasil mengevakuasi sebanyak 38 orang lainnya yang terjebak dalam insiden di kawasan pelabuhan Al Faw.
Pemerintah Irak menyatakan keberatan yang sangat keras atas tindakan militer yang merusak stabilitas keamanan di wilayah teritorial mereka.
Ia menegaskan serangan itu merupakan pelanggaran kedaulatan Irak karena terjadi di dalam perairan teritorial Irak.
Baghdad kini sedang mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk merespons insiden yang merugikan industri minyak mereka tersebut.
Selain tanker minyak, kapal pengangkut barang milik perusahaan Thailand juga tidak luput dari sasaran serangan udara Iran.
Kapal kargo bernama Mayuree Naree dilaporkan mengalami kebakaran hebat di bagian buritan saat melintasi jalur distribusi energi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Pidato Perdana Mojtaba Khamenei: Bersumpah Blokir Selat Hormuz
-
Disebut Sempat Hendak Disuap Yaqut Rp17 Miliar, Anggota Pansus Haji Terkejut: Saya Nggak Tahu
-
Transjakarta Pasang 'Mata-Mata' AI di 5 Ribu Bus Demi Cegah Sopir Microsleep
-
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar
-
Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas
-
Belum Tahu soal Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Menko Yusril Langsung Koordinasi
-
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!