-
Iran menyerang berbagai kapal tanker internasional dan mewajibkan izin melintas di Selat Hormuz.
-
Serangan proyektil menyebabkan korban jiwa dan kerusakan kapal dari berbagai negara di wilayah.
-
Teheran mengancam blokade minyak total terhadap Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutu mereka.
Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan memberikan rincian mengenai kondisi kapal yang memiliki bobot mencapai 30.000 ton tersebut secara detail.
"Kapal kargo Thailand Mayuree Naree, dengan bobot 30.000 ton, diserang dari udara pada Rabu pagi," kata Rattanachaiphan.
Aksi kekerasan di laut ini juga berdampak pada kapal Safesea Vishnu yang terdaftar di bawah bendera Kepulauan Marshall.
Kapal lainnya yang menjadi sasaran adalah Zefyros yang sebelumnya diketahui baru saja melakukan pengisian bahan bakar di Irak.
Pihak keamanan pelabuhan menemukan indikasi adanya korban jiwa dari warga negara asing dalam rangkaian serangan beruntun ini.
Hingga saat ini tim evakuasi masih terus bekerja keras menyisir perairan untuk mencari pelaut yang dinyatakan hilang misterius.
Data intelijen maritim menunjukkan bahwa Safesea Vishnu dioperasikan oleh grup transportasi yang memiliki basis operasional di Amerika Serikat.
Sementara itu kapal Zefyros yang berbendera Malta kini menjadi perhatian internasional setelah data nama awak kapalnya diserahkan kepada media.
Kapal Express Room yang berlayar menggunakan bendera Liberia menjadi target proyektil Iran karena dianggap melanggar aturan navigasi lokal.
Baca Juga: Kesal dengan Israel, Kim Jong Un Kepikiran soal Perang Nuklir
Pihak IRGC menuduh kapal tersebut sengaja tidak mengindahkan instruksi dari pos pemantauan keamanan yang mereka dirikan di sepanjang selat.
Mayor Jenderal Ali Mohammad Naeini menyatakan bahwa tindakan tegas diambil karena kapal tersebut menolak untuk berhenti sesuai prosedur.
Negara di Asia Timur seperti Jepang juga ikut merasakan dampak dari ketegangan bersenjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Kapal kontainer One Majesty dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena hantaman benda yang diduga kuat sebagai proyektil militer Iran.
Insiden terhadap kapal Jepang ini terjadi di area sekitar 46 kilometer dari Ras Al Khaimah yang masuk dalam wilayah UEA.
Beruntung seluruh kru kapal asal Jepang tersebut dinyatakan selamat dan kapal sedang diarahkan menuju pelabuhan yang lebih aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki