- Data Dukcapil menunjukkan populasi Indonesia terbanyak didominasi oleh penduduk bershio Tikus, sejumlah 25.348.923 jiwa.
- Pengelompokan shio ini merupakan cara kreatif melihat kohort usia yang mencerminkan puncak kelahiran pada tahun tertentu.
- Hasil analisis data ini membuktikan kualitas administrasi kependudukan yang tinggi serta penting untuk prediksi layanan publik.
Suara.com - Data kependudukan terbaru mengungkap potret unik demografi Indonesia. Berdasarkan klasifikasi shio dalam kalender Tionghoa, jumlah penduduk terbanyak ternyata berasal dari kelompok Shio Tikus.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Teguh Setyabudi mengatakan, hasil pengolahan data administrasi kependudukan menunjukkan populasi terbesar berada pada kelompok shio tersebut.
Berdasarkan klasifikasi shio, jumlah penduduk terbanyak berada pada Shio Tikus 25.348.923 jiwa; Shio Kelinci 25.112.854 jiwa; dan Shio Naga 25.021.878 jiwa. Sementara shio dengan jumlah paling sedikit adalah Shio Kambing sebanyak 22.571.729 jiwa.
Data tersebut diolah dari sistem administrasi kependudukan nasional yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Menurut Teguh, pengelompokan penduduk berdasarkan shio bukan semata-mata pendekatan budaya, tetapi juga dapat digunakan sebagai cara kreatif untuk membaca struktur demografi masyarakat.
“Dari sudut pandang demografi dan kedukcapilan, pengelompokan penduduk berdasarkan Shio sebenarnya adalah cara kreatif untuk melihat kohort (kelompok usia) berdasarkan tahun kelahiran,” kata Teguh dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, besarnya jumlah pada shio tertentu mencerminkan puncak kelahiran pada tahun-tahun tertentu. Misalnya, kelompok Shio Tikus yang mencapai sekitar 25,3 juta jiwa mewakili penduduk yang lahir pada tahun 1960, 1972, 1984, 1996, 2008, dan 2020.
Menurut Teguh, angka tersebut menunjukkan bahwa banyak dari mereka saat ini berada dalam rentang usia produktif.
Secara demografi, jumlah besar pada Shio tertentu menunjukkan puncak kelahiran pada tahun-tahun spesifik. Misalnya Shio Tikus yang mewakili warga kelahiran tahun 1960, 1972, 1984, 1996, 2008, dan 2020.
Baca Juga: Bertambah 1,6 Juta Orang dalam 6 Bulan, Jumlah Penduduk Indonesia Kini 288,3 Juta Jiwa
"Angka tertinggi itu mencerminkan populasi Gen Z dan Milenial yang sedang berada di usia produktif,” imbuh Teguh.
Sementara itu, jumlah penduduk dengan Shio Kelinci dan Shio Naga juga tidak terpaut jauh. Untuk Shio Kelinci tercatat sekitar 25,1 juta jiwa, sedangkan Shio Naga mencapai sekitar 25 juta jiwa. Kondisi ini menunjukkan konsistensi angka kelahiran pada periode tahun yang berdekatan.
“Untuk Shio Kelinci & Naga, masing-masing sebanyak 25,1 juga & 25,0 juta, mengikuti tepat di belakangnya. Ini menunjukkan konsistensi angka kelahiran pada periode tahun yang berdekatan (misalnya 1996 ke 1999 atau 2008 ke 2012),” ujar Teguh.
Lebih jauh, Teguh mengatakan data tersebut juga menunjukkan tingginya kualitas administrasi kependudukan di Indonesia.
“Secara kedukcapilan, data ini menunjukkan tingkat tertib administrasi yang sangat tinggi. Angka ini hanya bisa muncul jika data tanggal, bulan, dan tahun lahir penduduk sudah terdigitalisasi dengan baik dalam database SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan),” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengolahan data kependudukan saat ini tidak hanya terbatas pada nomor induk kependudukan (NIK), tetapi juga dapat dianalisis menggunakan berbagai variabel lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM