News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 20:07 WIB
YLBHI: Negara Wajib Ungkap Pelaku Teror Andrie Yunus dan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan. (Suara.com/Yasir)
Baca 10 detik
  • YLBHI mendesak negara mengusut tuntas penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jakarta.
  • Negara dituntut bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban karena dianggap gagal melindungi pembela HAM.
  • Korban saat ini dirawat di RSCM dengan luka bakar 24 persen; KontraS menyatakan teror tidak menghentikan perjuangan mereka.

Kondisi Korban

Isnur juga menyampaikan kondisi Andrie yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Ia mengatakan korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah tiba di instalasi gawat darurat pada malam kejadian.

Penanganan medis dilakukan oleh puluhan tenaga kesehatan untuk mengatasi luka bakar yang dialami korban akibat cairan yang diduga bersifat korosif.

Berdasarkan diagnosis awal, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada sejumlah bagian tubuh, terutama wajah dan area sekitar mata. Tim dokter juga merencanakan tindakan operasi mata untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

KontraS: Teror Tak Hentikan Perjuangan

Sebelumnya, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menegaskan serangan terhadap Andrie tidak akan menghentikan kerja advokasi organisasi tersebut.

Dimas menyebut serangan tersebut justru menunjukkan situasi demokrasi yang semakin mengkhawatirkan. Namun ia memastikan KontraS akan tetap melanjutkan perjuangan yang telah dijalankan selama hampir tiga dekade.

“Dengan teror ini tidak akan menyurutkan dan menghentikan langkah KontraS yang sudah dibangun 28 tahun. Kita akan terus maju,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan kutipan dari anime Attack on Titan.

Baca Juga: Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!

“We keep moving forward. Tatakae!," pungkasnya.

Load More