- Harga bensin di Amerika Serikat melonjak drastis dalam sepekan, rata-rata naik 16 persen menjadi $3,48 per galon karena konflik Timur Tengah.
- California mencatat harga tertinggi $5,20 per galon, sementara empat negara bagian Midwest masih di bawah $3,00 per galon.
- Pemerintah AS sementara melonggarkan sanksi minyak Rusia hingga 11 April untuk menambah pasokan dunia dan meredam kenaikan harga.
Suara.com - Harga bahan bakar di Amerika Serikat melonjak tajam dalam sepekan terakhir di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Laporan dari NY Post menyebut hanya empat negara bagian yang masih memiliki harga bensin di bawah 3 dolar per galon, sementara satu negara bagian sudah menembus 5,20 dolar atau setara Rp84 ribu per galon.
Untuk informasi, 1 galon bensin di Amerika Serikat setara dengan 3,7 liter di Indonesia.
Di Indonesia, istilah "galon" sering merujuk pada wadah air 19 liter, yang sebenarnya setara dengan 5 galon di Amerika Serikat.
Lonjakan harga ini terjadi setelah perang di Iran mendorong harga minyak dunia naik drastis.
Analisis GoBankingRates menunjukkan rata-rata nasional bensin reguler naik 16 persen dalam satu minggu menjadi 3,48 dolar per galon.
Menteri Energi AS Chris Wright meminta publik tetap tenang meski harga melonjak cepat.
Ia menegaskan kenaikan saat ini kemungkinan hanya berlangsung beberapa minggu, bukan berbulan-bulan.
“Kami ingin harga bensin kembali di bawah 3 dolar per galon, dan itu akan terjadi dalam waktu tidak terlalu lama,” kata Wright kepada CNN.
Baca Juga: Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Namun bagi pengemudi, optimisme itu belum terasa di dompet.
California menjadi wilayah dengan harga tertinggi, dengan rata-rata mencapai 5,20 dolar per galon, jauh di atas Washington 4,63 dolar dan Hawaii 4,52 dolar.
Di kota mahal seperti Oakland dan San Francisco, harga bahkan sudah melewati 5,60 dolar per galon.
Untuk mengisi tangki 12 galon, pengendara harus merogoh sekitar 62 dolar atau lebih dari Rp1 juta.
Kelompok advokasi Consumer Watchdog menilai kenaikan harga bukan hanya karena minyak dunia.
Pajak, aturan lingkungan, serta keterbatasan kilang juga ikut memicu mahalnya BBM.
“Masyarakat butuh pasokan yang stabil, cadangan minimum, dan penegakan aturan anti-penimbunan harga,” kata organisasi tersebut.
Di wilayah Midwest, harga masih relatif lebih rendah.
Kansas menjadi yang termurah dengan 2,92 dolar per galon, diikuti Oklahoma 2,97 dolar, Missouri 2,99 dolar, dan Arkansas 2,99 dolar.
Keempat negara bagian itu kini menjadi satu-satunya yang masih di bawah 3 dolar.
Di Pantai Timur, harga berada di tengah-tengah. New York rata-rata 3,40 dolar per galon, New Jersey 3,34 dolar, dan Connecticut 3,37 dolar.
Mengisi tangki 12 galon di wilayah tersebut memerlukan sekitar 40 dolar atau setara Rp678.400.
Beberapa negara bagian mengalami lonjakan paling besar dalam sepekan.
Indiana naik 24,2 persen, Ohio 23,6 persen, Florida 21,2 persen, Iowa 20,6 persen, dan Oklahoma 20,8 persen.
Florida bahkan mencatat kenaikan 61 sen hanya dalam satu minggu.
Lonjakan cepat ini dikaitkan dengan ketegangan di Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Gangguan pengiriman di jalur tersebut membuat pasar energi global terguncang.
Meski begitu, pemerintah AS memperkirakan lalu lintas tanker akan segera kembali normal.
Kenaikan harga mulai mengubah perilaku masyarakat. Sebagian warga California beralih ke transportasi umum, sementara lainnya berburu harga termurah lewat aplikasi pemantau BBM.
“Bensin sekarang rasanya seperti mengambil tangan dan kaki kita,” keluh warga asal Sacramento, Amber Arias. “Harganya naik turun terus, jadi benar-benar gila.”
Langkah AS Turunkan Harga Minyak Dunia
Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan melonggarkan sementara sanksi terhadap pengiriman minyak Rusia di tengah lonjakan harga energi global.
Kebijakan ini diambil setelah konflik dengan Iran mengganggu aliran minyak di Selat Hormuz dan memicu kekhawatiran serius di Washington.
Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa pengiriman minyak Rusia yang sudah berada di laut diizinkan mencapai pembeli di berbagai negara.
Kebijakan ini berlaku sementara hingga 11 April sebagai upaya menahan kenaikan harga minyak yang mendekati 100 dolar per barel.
Langkah tersebut dinilai sebagai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS yang sebelumnya sangat keras terhadap Moskow sejak perang Ukraina pada 2022.
Namun tekanan ekonomi akibat krisis energi membuat pemerintah harus mengambil keputusan yang tidak biasa.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut kebijakan itu sebagai keputusan sulit.
“Langkah ini memang disayangkan, tetapi diperlukan dalam situasi saat ini,” katanya dilansir dari Channel 14.
Menurut Bessent, pelepasan minyak Rusia ke pasar dunia dapat menambah ratusan juta barel pasokan dan membantu menurunkan harga.
Ia mengakui Rusia akan mendapat keuntungan, namun menegaskan dampak strategisnya tidak akan besar dalam jangka panjang.
Berita Terkait
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
-
Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
-
Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak
-
Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia
-
10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK