News / Internasional
Minggu, 15 Maret 2026 | 11:09 WIB
Benjamin Netanyahu punya enam jari
Baca 10 detik
  • Kabar Benjamin Netanyahu meninggal dunia dipastikan tidak benar berdasarkan laporan berbagai media internasional.

  • Rumor kematian dipicu oleh video dengan anomali jari dan laporan media dari Iran.

  • Netanyahu tetap menjalankan tugas kenegaraan dan melakukan kunjungan kerja di berbagai wilayah Israel.

Kecurigaan publik semakin memuncak saat terlihat adanya peningkatan pengamanan di sekitar kediaman pribadinya di Yerusalem.

Langkah pengamanan ekstra pada awal Maret 2026 itu dikabarkan sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman serangan udara.

Isu meninggalnya pemimpin tersebut kian memanas setelah dua delegasi penting asal Amerika Serikat membatalkan kunjungannya.

Jared Kushner dan Steve Witkoff dilaporkan urung menginjakkan kaki di Israel secara mendadak tanpa alasan yang jelas.

Kendati demikian, seluruh rentetan kejadian itu belum bisa dijadikan dasar kuat untuk menyatakan sang pemimpin telah tiada.

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, media lokal Israel seperti The Jerusalem Post akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Pihak mereka menegaskan bahwa laporan yang dipublikasikan oleh media Iran hanyalah klaim sepihak tanpa verifikasi data.

Mereka mengingatkan masyarakat bahwa berita palsu mengenai kematian pemimpin adalah instrumen umum dalam sebuah perang urat syaraf.

Kantor perdana menteri juga mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Netanyahu masih menjalankan roda pemerintahan dengan normal.

Baca Juga: Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump

Pemerintah Israel secara konsisten tetap mengunggah berbagai macam aktivitas rutin yang dilakukan oleh sang perdana menteri.

Salah satu agenda yang terdokumentasi dengan baik adalah kunjungan resminya ke Pusat Komando Kesehatan Nasional.

Dalam acara yang berlangsung pada 9 Maret 2026 tersebut, Netanyahu sempat memberikan arahan mengenai kebijakan strategis negara.

Ia memberikan pandangan mengenai posisi Israel dalam konstelasi politik global dan langkah pengamanan wilayah dari ancaman luar.

Selain agenda administratif, sang perdana menteri juga terlihat turun langsung meninjau area-area yang terkena dampak serangan.

Salah satu lokasi yang disambangi adalah kawasan terdampak di Tel Aviv untuk melihat proses pemulihan infrastruktur di sana.

Tidak sendirian, ia juga didampingi oleh pejabat tinggi lainnya saat memantau fasilitas vital yang dimiliki oleh negara.

Ia bahkan dilaporkan hadir di Pelabuhan Ashdod bersama Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, untuk memantau aktivitas perdagangan maritim Israel.

Kehadirannya di fasilitas pelabuhan tersebut menunjukkan bahwa operasional logistik dan militer negara masih berada di bawah kendalinya.

Media-media terkemuka dari berbagai belahan dunia turut memberikan verifikasi untuk meredam kepanikan yang terjadi di internet.

The Economic Times menyatakan secara lugas dalam laporannya bahwa kabar kematian tersebut adalah informasi yang salah.

Mereka menegaskan bahwa sang pemimpin masih aktif terlibat dalam berbagai pertemuan diplomatik dan kunjungan kerja lapangan.

Meski klarifikasi sudah diberikan, perdebatan mengenai rekaman video yang dianggap palsu masih menjadi topik hangat di media sosial.

Munculnya visual yang memperlihatkan seolah ada enam jari pada tangan Netanyahu tetap menjadi bahan diskusi teknologi digital.

Para ahli teknologi berpendapat bahwa keanehan visual tersebut tidak serta merta membuktikan adanya penggunaan teknologi deepfake.

Distorsi pada bentuk tubuh dalam video seringkali merupakan hasil dari proses kompresi data yang sangat tinggi saat diunggah.

Kesalahan dalam proses rendering gambar juga bisa menyebabkan objek dalam video tampak berubah dari bentuk aslinya secara dramatis.

Oleh karena itu, keberadaan jari tambahan tersebut lebih condong pada masalah teknis kamera daripada keberadaan sosok pengganti digital.

Hingga saat ini, stabilitas kepemimpinan di Israel masih terlihat berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada perubahan struktur mendadak.

Load More