-
Kabar Benjamin Netanyahu meninggal dunia dipastikan tidak benar berdasarkan laporan berbagai media internasional.
-
Rumor kematian dipicu oleh video dengan anomali jari dan laporan media dari Iran.
-
Netanyahu tetap menjalankan tugas kenegaraan dan melakukan kunjungan kerja di berbagai wilayah Israel.
Kecurigaan publik semakin memuncak saat terlihat adanya peningkatan pengamanan di sekitar kediaman pribadinya di Yerusalem.
Langkah pengamanan ekstra pada awal Maret 2026 itu dikabarkan sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman serangan udara.
Isu meninggalnya pemimpin tersebut kian memanas setelah dua delegasi penting asal Amerika Serikat membatalkan kunjungannya.
Jared Kushner dan Steve Witkoff dilaporkan urung menginjakkan kaki di Israel secara mendadak tanpa alasan yang jelas.
Kendati demikian, seluruh rentetan kejadian itu belum bisa dijadikan dasar kuat untuk menyatakan sang pemimpin telah tiada.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, media lokal Israel seperti The Jerusalem Post akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Pihak mereka menegaskan bahwa laporan yang dipublikasikan oleh media Iran hanyalah klaim sepihak tanpa verifikasi data.
Mereka mengingatkan masyarakat bahwa berita palsu mengenai kematian pemimpin adalah instrumen umum dalam sebuah perang urat syaraf.
Kantor perdana menteri juga mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Netanyahu masih menjalankan roda pemerintahan dengan normal.
Baca Juga: Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump
Pemerintah Israel secara konsisten tetap mengunggah berbagai macam aktivitas rutin yang dilakukan oleh sang perdana menteri.
Salah satu agenda yang terdokumentasi dengan baik adalah kunjungan resminya ke Pusat Komando Kesehatan Nasional.
Dalam acara yang berlangsung pada 9 Maret 2026 tersebut, Netanyahu sempat memberikan arahan mengenai kebijakan strategis negara.
Ia memberikan pandangan mengenai posisi Israel dalam konstelasi politik global dan langkah pengamanan wilayah dari ancaman luar.
Selain agenda administratif, sang perdana menteri juga terlihat turun langsung meninjau area-area yang terkena dampak serangan.
Salah satu lokasi yang disambangi adalah kawasan terdampak di Tel Aviv untuk melihat proses pemulihan infrastruktur di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
-
Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak
-
Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia
-
10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal
-
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK